LANGIT7.Id, Jakarta - - Bagi setiap kita, tentu pernah mengalami mimpi buruk ketika tidur. Mimpi buruk dan menyeramkan kadang membuat seseorang terkejut dan spontan terbangun dari tempat tidurnya.
Ketika beranjak bangun dari tidur, ada yang bisa melanjutkan tidurnya namun ada juga yang sulit untuk melanjutkan tidurnya. Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah mengajarkan sunnah-sunnah ketika seseorang mengalami mimpi buruk dalam tidurnya.
Abu Salamah radhiyallahu anhu menceritakan: Aku baru saja mendapatkan mimpi buruk, hingga mimpi itu membuat dadaku terasa sangat sesak. Lalu aku bertemu dengan Abu Qatadah dan menceritakan keadaanku.
Baca juga:
Keajaiban Sedekah Subuh, Ini Tata Cara Beramal meski dari RumahIa pun berkata: Aku juga pernah bermimpi buruk, hingga mimpi itu membuat dadaku terasa sesak, hingga aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “mimpi yang baik itu berasal dari Allah, apabila salah seorang dari kalian memimpikan sesuatu yang ia sukai, maka janganlah ia ceritakan mimpi itu kecuali kepada orang yang ia cintai. Dan apabila memimpikan sesuatu yang tidak ia sukai, hendaklah ia meludah sedikit ke sisi kirinya sebanyak tiga kali, dan mohonlah perlindungan kepada Allah (berta’awudz) dari kejahatan syaitan dan kejahatan mimpi tersebut, serta jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun (tanpa terkecuali), sebab mimpi itu tidak akan membahayakan dirinya.”
Abu Salamah mengatakan, “bahkan aku pernah bermimpi buruk yang kurasa lebih berat dari gunung. Tetapi aku tidak lagi peduli dengan mimpi buruk apapun setelah aku mendengar hadits ini,” (HR. Bukhari, nomor 5747 dan Muslim, nomor 2261).
Dalam riwayat lain disebutkan, “mimpi yang baik itu datangnya dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari syaitan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian bermimpi buruk yang membuatnya takut, maka hendaknya ia meludah sedikit ke sisi kirinya, lalu mohonlah perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi itu, karena (dengan ber-ta’awwudz) mimpi itu tidak akan membahayakan dirinya.” (HR. Bukhari, nomor 3292 dan Muslim, nomor 2261).
Baca juga:
7 Sunnah Rasulullah Saat dan Sesudah Makan dan MinumDalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Jabir radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, “hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan syaitan sebanyak tiga kali, dan ubahlah posisi tidur ke sisi yang lain,” (HR. Muslim, nomor 2262).
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, disebutkan, “apabila salah seorang dari kalian mendapatkan mimpi yang disenangi, maka mimpi itu datangnya dari Allah. Karena itu bersyukurlah kepada Allah atas mimpi tersebut,” (HR. Bukhari, nomor 7045). Adapun jika mendapatkan mimpi buruk, maka disunnahkan baginya untuk melakukan hal-hal berikut ini:
Pertama, meludah sedikit atau meniupkan angin melalui mulut, ke sisi kiri, sebanyak tiga kali.
Kedua, memohon perlindungan kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dari keburukan syetan dan keburukan mimpinya, sebanyak tiga kali. Yaitu dengan mengucapkan "a’udzu billahi minasy-syaithaani wa min syarriha" (aku berlindung kepada Allah dari syaitan dan dari keburukan mimpiku), sebanyak tiga kali.
Baca juga:
Rasulullah SAW Ajarkan Doa Ini Ketika Turun HujanKetiga, tidak memberitahukannya kepada orang lain. Namun meskipun diberitahukan, maka mimpi itu tetap tidak akan membahayakan dirinya, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits beliau.
Keempat, mengubah posisi tidur ke sisi lain. Misalnya, apabila ia tidur dengan posisi ke arah kanan, maka hendaknya ia menggantinya ke arah kiri, begitu pula sebaliknya, dan begitu pula jika tidurnya dalam keadaan terlentang.
Dari hadits-hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa mimpi baik yang dialami oleh seorang muslim merupakan salah satu bentuk ilham. Manusia yang selalu benar mimpinya ketika tidur, akan selalu benar pula dalam berbicara ketika tidak tidur.
Sebab mimpi yang benar merupakan refleksi dari kejujuran dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan keberkahan dari kejujuran itu turut berimbas saat ia sedang tidur.
Baca juga:
Bacaan Shalat Maghrib sesuai Sunnah, Dikerjakan 3 Rakaat(asf)