Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home global news detail berita

Tiga Jenis Mimpi dan Sunnah Saat Terjadi Bunga Tidur

ahmad zuhdi Kamis, 23 September 2021 - 23:58 WIB
Tiga Jenis Mimpi dan Sunnah Saat Terjadi Bunga Tidur
Ilustrasi seorang muslim tengah bermimpi dalam tidurnya. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, mimpi hanya terbagi menjadi tiga macam kategori. Pertama mimpi yang baik.

Mimpi ini merupakan kabar baik yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala, namun mimpi ini ada adab-adabnya. Kedua, mimpi yang membuat sedih. Mimpi ini datang dari syaitan, namun tidak akan menyebabkan keburukan apapun bagi seorang hamba yang melaksanakan adab-adabnya yang insya Allah akan kami uraikan nanti.

Baca Juga: Kiat Sehat Kurangi Asupan Gula, Garam dan Lemak Versi Pakar Gizi

Ketiga, mimpi yang datang karena terjadi atau terpikirkan oleh orang tersebut sebelum tidurnya. Mimpi yang seperti ini bukan termasuk dalam dua kategori sebelumnya, melainkan hanya bunga tidur saja.

Jika Bermimpi Baik, Disunnahkan Melakukan Ini

Abu Salamah radhiyallahu anhu meriwayatkan: "Aku baru saja mendapatkan mimpi buruk, hingga mimpi itu membuat dadaku terasa sesak sekali. Lalu aku bertemu dengan Abu Qatadah dan menceritakan keadaanku, ia pun berkata, Aku juga pernah bermimpi buruk, hingga mimpi itu membuat dadaku terasa sesak, hingga aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Mimpi yang baik itu berasal dari Allah, apabila salah seorang dari kalian memimpikan sesuatu yang ia sukai, maka janganlah ia ceritakan mimpi itu kecuali kepada orang yang ia cintai.

Baca Juga: Berikut Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Saat Waktu Isya Tiba

Dan apabila memimpikan sesuatu yang tidak ia sukai, hendaklah ia meludah sedikit ke sisi kirinya sebanyak tiga kali, dan mohonlah perlindungan kepada Allah (berta’awudz) dari kejahatan syaitan dan kejahatan mimpi tersebut, serta jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun (tanpa terkecuali), sebab mimpi itu tidak akan membahayakan dirinya.”

Abu Salamah mengatakan, “Bahkan aku pernah bermimpi buruk yang kurasa lebih berat dari gunung. Tetapi aku tidak lagi peduli dengan mimpi buruk apapun setelah aku mendengar hadits ini.” (HR. Bukhari, nomor 5747 dan Muslim, nomor 2261) Pada riwayat lain disebutkan, “Mimpi yang baik itu datangnya dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari syaitan.

Oleh karena itu, apabila salah seorang dari kalian bermimpi buruk yang membuatnya takut, maka hendaknya ia meludah sedikit ke sisi kirinya, lalu mohonlah perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi itu, karena (dengan berta’awudz) mimpi itu tidak akan membahayakan dirinya,” (HR. Bukhari, nomor 3292 dan Muslim, nomor 2261).

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Ustadz Das’ad Latif: Pendidikan dengan Ilmu dan Iman, Solusi Perbaikan Bangsa

Pada hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Jabir radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, “Hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan syaitan sebanyak tiga kali, dan ubahlah posisi tidur ke sisi yang lain.” (HR. Muslim, nomor 2262).

Pada hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu disebutkan: “Apabila salah seorang dari kalian mendapatkan mimpi yang disenangi, maka mimpi itu datangnya dari Allah, oleh karena itu bersyukurlah kepada Allah atas mimpi tersebut,” (HR. Bukhari, nomor 7045).

Dari hadits-hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, barangsiapa bermimpi yang baik, maka disunnahkan baginya untuk melakukan hal-hal berikut ini, pertama, bersyukur kepada Allah atas mimpi tersebut, karena mimpi yang baik itu datangnya dari Allah.

Baca Juga: Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia

Kedua, memberitahukan mimpi itu kepada orang lain, tetapi hanya kepada orang yang ia cintai di sekitarnya saja. Dari hadits-hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, mimpi baik yang dialami oleh seorang muslim merupakan salah satu bentuk ilham.

Sungguh, manusia yang selalu benar mimpinya ketika tidur, akan selalu benar pula dalam berbicara ketika tidak tidur, sebab mimpi yang benar merupakan refleksi dari kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Keberkahan dari kejujuran itu turut berimbas saat ia sedang tidur. Demikian dikutip dari laman https://sonan.org.

Baca Juga:

Ponpes Salamun Aitam, Satu-satunya Ponpes Gratis bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Sumsel

Bacaan Shalawat Imam Syafii, Amalan Sunnah untuk Dibaca Sore Hari


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan