Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia

Garry Talentedo Kesawa Rabu, 22 September 2021 - 21:05 WIB
Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia
Keterangan no pork no lard memiliki arti tanpa daging dan lemak babi. Namun, no pork no lard tak sepenuhnya menjamin makanan tersebut halal. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Gaya hidup bernilai Islam atau Islami ternyata mendapat porsi dalam perekonomian Tanah Air. Peluang pasar potensial baru pun tercipta lantaran gaya hidup islami kian marak di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, peluang pasar yang baru tersebut bisa muncul dari industri fesyen, makanan, minuman, dan industri jasa. Termasuk pula, kata dia, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut Realisasi PEN Capai Rp326,74 Triliun, Ini Rinciannya!

"Adanya peningkatan selera masyarakat untuk melakukan gaya hidup Islam ini tentu menimbulkan suatu kesempatan yang luar biasa, yaitu tumbuhnya industri yang bisa memenuhi referensi atau permintaan dari masyarakat ini," kata Sri dalam acara Penandatanganan MoA Program Strategic Sharia Banking Management (SSBM) secara daring di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Maka dari itu, hal tersebut menjadi salah satu tolak ukur pentingnya membangun kemampuan industri, baik di sektor riil maupun jasa yang menggambarkan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. "Membangun kemampuan industri dengan memperbaiki sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industrinya, tidak hanya hari ini namun ke depan," ungkapnya.

Baca Juga: Lewat Riset, Pemerintah Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah dan Produk Halal

Sri menilai, SDM industri syariah harus memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kemampuan melihat kesempatan. Dengan begitu, bisa mengembangkan industri berbasis Islam atau halal baik berupa barang, makanan, fesyen, jasa, dan lainnya, maupun mengembangkan sektor keuangan syariah.

Di sisi lain, industri syariah juga harus bisa mengikuti jejak industri konvensional yang bisa lebih kompetitif dan tidak hanya bertahan di tengah pandemi Covid-19. "Jadi harus terus dipelajari dan dilihat apa yang membuat industri konvensional lebih bisa bersaing," tutup Sri Mulyani. (Sumber: Antaranews)

Baca Juga:

Tips Merawat Mobil yang Menganggur Lama Selama Pandemi

Waspada Penggunaan Teknologi Berlebihan, Picu Penuaan Dini


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)