LANGIT7.ID-Jakarta; Manulife Syariah Indonesia mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2025, tahun pertama operasionalnya setelah resmi berdiri sebagai entitas independen pada Desember 2024. Peningkatan tersebut terlihat dari berbagai indikator bisnis, mulai dari pendapatan usaha, pertumbuhan aset, hingga penyaluran manfaat kepada peserta.
Sepanjang 2025, perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp302,1 miliar. Angka tersebut melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp66,5 miliar.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong peningkatan aset perusahaan menjadi Rp1,55 triliun. Kondisi keuangan yang kuat juga tercermin dari rasio solvabilitas yang jauh melampaui ketentuan regulator. Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud tercatat sebesar 797%, sementara Rasio Solvabilitas Dana Perusahaan mencapai 5.433%.
Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia, Fauzi Arfan, menilai capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah.
“Meningkatnya minat masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pendekatan berbasis nilai dalam keamanan finansial. Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami," ucap Fauzi Arfan dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Manulife Syariah Indonesia juga meningkatkan perannya dalam memberikan perlindungan finansial kepada peserta. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan manfaat melalui pembayaran klaim sebesar Rp83,9 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 99% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah peningkatan pembayaran manfaat tersebut, kondisi pengelolaan dana peserta tetap terjaga. Hal itu tercermin dari surplus underwriting dana tabarru’ yang mencapai Rp766 juta pada akhir 2025.
Sejalan dengan penguatan bisnis, Manulife Syariah Indonesia terus menjalankan nilai Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak sebagai fondasi operasional perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan berbagai solusi perlindungan berbasis syariah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia.
Perusahaan juga menjalankan sejumlah inisiatif sosial yang berfokus pada pemberian manfaat bagi masyarakat. Salah satu program yang dijalankan adalah Wakaf Air, yang bertujuan mendukung akses air bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Fauzi, perusahaan akan terus memperluas jangkauan layanan perlindungan syariah sambil mempertahankan kontribusi sosial yang berkelanjutan.
"Berlandaskan prinsip Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak, kami berkomitmen untuk terus memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.
Kinerja positif Manulife Syariah Indonesia menjadi bagian dari capaian grup Manulife di Indonesia sepanjang 2025. Pada periode yang sama, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat total aset Rp66,17 triliun dengan rasio solvabilitas (RBC) sebesar 650%.
Manulife Indonesia juga membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun, meningkat 161,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan jasa asuransi sebesar Rp3,97 triliun serta peningkatan pendapatan investasi, termasuk PAYDI, yang mencapai Rp5,09 triliun.
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, mengatakan kinerja tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah dinamika industri.
"Pada tahun 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat. Capaian ini menegaskan ketahanan bisnis kami, kepercayaan nasabah, serta komitmen kami untuk terus melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang,” kata Lauren Sulistiawati.
(lam)