LANGIT7.ID, Jakarta - Waktu shalat isya merupakan waktu shalat terpanjang dibanding shalat fardhu lainnya. Waktu Isya mulai dari matahari terbenam hingga pertengahan malam.
Ada beberapa sunnah pada malam hari (waktu Isya) tiba hingga pertengahan malam. Setidaknya ada dua hadits yang menerangkan tentang sunnah saat waktu Isya selain sunnah ketika hendak beranjak tidur dan sunnah ketika mimpi.
Baca Juga: Hasilkan Puluhan Juta Sebulan dari Budi Daya Cacing TanahBerikut sunnah ketika masuk waktu Isya1. Dimakruhkan untuk berbicara (bersenda gurau) dan duduk-duduk setelah shalat IsyaDalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu. Pada hadits itu disebutkan, “Beliau tidak suka tidur sebelumnya dan tidak pula berbicara setelahnya.” Akan tetapi, jika pembicaraannya untuk suatu keperluan yang mendesak, maka tidak ada kemakruhan di dalamnya.
Baca Juga: Pembukaan Destinasi Wisata di Probolinggo DipercepatKendati alasan pemakruhannya belum diketahui secara pasti, namun jika shalat Isya diakhirkan, maka tidurnya pun agak sudah larut, hingga dikhawatirkan ia akan terlewatkan waktu shalat shubuh, atau keutamaan untuk shalat di awal waktunya, atau terlewatkan shalat tahajjud bagi mereka yang biasa melakukannya.
2. Lebih utama jika pelaksanaan shalat isya diakhirkan, selama hal itu tidak menyulitkan bagi jamaahKetika malam Jumat tiba, banyak tempat dan majelis yang mengadakan pengajian malam Jumat, baik di masjid, surau ataupun langgar. Tingginya minat dan antusias jamaah terkadang tidak cukup waktu jika hanya sampai waktu Isya. Maka, diperbolehkan memundurkan waktu Isya setelah kajian selesai.
Baca Juga: Usung HEPA, Naik Pesawat Kini Lebih Aman dari Covid-19Dalilnya adalah, hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anha ia berkata, “Di suatu malam aku melihat Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam melaksanakan shalat isya ketika waktu malam sudah cukup banyak berlalu, bahkan para jamaah di masjid sampai ada yang sudah tertidur. Setelah shalat selesai dilaksanakan, beliau bersabda, ‘Inilah waktu shalat isya yang paling utama, seandainya tidak memberatkan bagi umatku.’” (HR. Muslim, nomor 6387).
Dengan dalil tersebut, maka kesunnahan untuk mengakhirkan shalat isya bagi kaum wanita lebih ditekankan, karena mereka tidak diperintahkan untuk shalat berjamaah di masjid. Selama hal itu juga tidak menyulitkan bagi mereka. Begitu pula bagi kaum pria yang sedang ada kegiatan seperti pengajian malam Jumat atau musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh dan semacamnya.
Baca Juga:
Menikmati Warna Warni Lahan Bawang di Enrekang
Kiat Sehat Kurangi Asupan Gula, Garam dan Lemak Versi Pakar Gizi(asf)