LANGIT7.ID, Jakarta - Pengertian mimpi kerap kali hanya dianggap
bunga tidur. Tapi sebagian orang meyakini mimpi sebagai kebenaran atau pertanda sesuatu, sehingga perlu ditafsir.
Mimpi yang biasanya dianggap sebagai pertanda umumnya
mimpi buruk. Kondisi ini kerap membuat seseorang was-was atau bersiap dengan suatu kejadian.
Lantas, apakah mimpi bisa dipercaya? Pendiri pusat kajian Islam bernama Quantum Akhyar Institute,
Ustadz Adi Hidayat mengatakan mimpi dapat dipercaya, namun tergantung isinya.
Baca Juga: Pengertian Multiverse dan Kaitannya dengan Alam Mimpi dalam Islam"Mimpi dibagi dua. Ada mimpi bagian dari petunjuk Allah SWT, ada petunjuk lewat mimpi kalau para Nabi itu sudah pasti Wahyu," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip dari YouTube Islam Terkini, Senin (17/10/2022).
Dia lalu mencontohkan mimpi berupa Wahyu yang di alami oleh Nabi Yusuf. Dimana ia, bermimpi melihat bintang, matahari dan bulan sujud kepadanya.
Dalam surah Yusuf ayat 4-5 Allah berfirman,
الَ لأبِيهِ ا ا الشَّمْسَ الْقَمَرَ لِي سَاجِدِينَ () الَ ا لا تَقْصُصْ اكَ لَى ا لَكَ ا الشَّيْطَانَ لِلإنْسَانِArtinya: "(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; semuanya sujud saya.” Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS: Yusuf : 4-5).
"Jadi setiap Nabi bermimpi itu umumnya wahyu yang turun kepadanya. Bapaknya tahu kalau anaknya memiliki kedudukan lebih tinggi darinya. Karena simbol matahari untuk ayah dan bulan untuk ibu," ujar dia.
(bal)