LANGIT7.ID, Jakarta - Film dengan konsep
multiverse, seperti Dr. Strange 2 menjadi perbincangan hangat. Bahkan dikaitkan dengan
alam mimpi dan alam lain di luar jangkauan manusia.
Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, Rheza Virgiawan, menyebutkan mimpi dalam Islam merupakan proses alami dan bagian dari emosional yang aktif selama manusia tidur.
"Kemampuan memahami mimpi merupakan keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Yusuf AS. Kemudian terdapat pula hadits riwayat Muslim yang menjelaskan mengenai tiga macam mimpi manusia, yaitu mimpi dari Allah, mimpi dari pemikiran manusia, dan mimpi buruk dari setan," kata Rheza dikutip laman UII, Ahad (22/5/2022).
Dari hadits itu, kata dia, tidak semua mimpi dapat diartikan menjadi petunjuk. Kendati demikian, mimpi dalam Islam juga pernah dijadikan penentu syariat adzan.
Baca Juga: Mengurai Teori Multiverse dalam Perspektif IslamDi sisi lain, isu multiverse menarik untuk dikaji dengan pemahaman dan keimanan yang matang. Sebab, iman merupakan hal fundamental yang dibutuhkan agar akal manusia tunduk kepada Allah SWT.
"Iman kepada hal yang gaib juga menjadi syarat fundamental dalam Islam, yaitu haqqu al-yaqiin atau seyakin-yakinnya bahwa ada entitas di luar dunia indrawi. Entitas ini maksudnya sesuatu yang nyata, bukan hanya filosofis abstrak ataupun sebuah metafora," jelasnya.
Menurut dia, mempercayai keberadaan alam lain, meski realitasnya belum mampu dijangkau oleh indra manusia adalah bagian dari sikap keimanan.
Seperti yang disebutkan dalam kitab Aqidah ath-Thahawiyah, karya Imam Abu Ja’far ath-Thahawi.
"Dalam terjemahannya menegaskan, kita harus mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak diadzab. Serta mengimani pertanyaan kubur oleh Munkar dan Nakir tentang Allah, agama, dan Rasul," katanya
Untuk itu, penting untuk menyikapi keberadaan hal-hal non logis di luar jangkauan indra manusia tersebut sebagai bagian dari kehendak Allah SWT.
Sementara terkait penjelasan tentang alam gaib hanya bisa diserahkan jawabannya kepada Yang Maha Tahu.
"Alam gaib sebaiknya kita serahkan kepada Allah SWT, Dia sebagai Pencipta dan Pemilik Alam Semesta. Kita harus mengimani hal tersebut sebagai salah satu rukun iman, yaitu iman kepada hal gaib," ujarnya.
(bal)