Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Aris Tareluhan, Masuk Islam karena Mimpi

ummu hani Ahad, 09 Oktober 2022 - 11:00 WIB
Kisah Aris Tareluhan, Masuk Islam karena Mimpi
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT tak akan henti memberikan hidayah kepada hambaNya. Bagi yang menyadari, hidayah tersebut sangat indah dan bermakna.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Aris Tareluhan. Ia mengatakan, mendapatkan hidayah dari Allah SWT dari mimpi untuk masuk Islam.

“Saya dulu seorang Nasrani. Saya masuk Islam bukan diajak oleh siapa-siapa. Saya masuk Islam karena selama lima malam saya didatangi sesuatu yang gaib atau orang Islam sebut itu malaikat, mengatakan mengajak saya untuk masuk Islam,” kata Aris, di kanal YouTube Hidayatullah TV, dikutip Ahad (9/10/2022).

Namun selama perjalanannya, Aris mengaku masuk Islam tidaklah mudah. Banyak tantangan berat yang dilewatinya.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Mualaf Mantan Pendeta Dantje Mumek

“Selama dua bulan saya sering tidak bisa tidur karena merasa saya ini adalah seorang pelayan gereja tapi ingin masuk Islam. Pada jam 12.00 malam mereka (di mimpi) mengajak saya ke masjid,” tutur Aris.

"Lalu setiap anak tangga penuh dengan wanita yang berpakaian putih tapi saya tidak mau masuk pintu masjid itu, saya lari pergi," imbuhnya.

Selanjutnya, sebulan kemudian Aris mengaku bermimpi dibawa ke suatu pulau sangat kecil. “Jadi saya dibawa pakai perahu ke pulau kecil itu tapi saya tidak mau dan milih lompat dari perahu ke laut. Di mimpi saya tidak bisa berenang hingga akhirnya diselamatkan oleh sepertinya malaikat untuk dibawa ke tepi pantai,” ucap Aris.

Mimpi-mimpi semacam itu terus menghantui Aris. Hingga akhirnya ia memutuskan bicara kepada istri dan anak-anaknya untuk yakin masuk Islam.

Baca Juga: Dokter Mualaf Ini Rasakan Kedahsyatan Istighfar dari Sisi Medis dan Psikologis

“Saya sering terbangun di tengah malam dan akhirnya saya memutuskan langsung bicara sama istri saya bahwa saya harus masuk Islam. Paginya saya juga bilang sama anak saya, tapi mereka tidak percaya (ingin masuk Islam,” ungkap Aris.

Aris menuturkan, anak-anak dan istrinya mengenal dirinya sebagai sosok pelayan gereja yang taat. “Keluarga tidak percaya karena tahu saya pelayan gereja, bahkan anak saya pernah pacaran dengan orang beragama islam saya marah,” katanya.

Hingga pada akhirnya Aris menegaskan kepada anak dan istrinya, kalau ia yakin untuk masuk Islam. Ia pun lantas mengajak sang anak dan istri untuk mengikuti jejaknya.

Tiada disangka, anak dan istri aris mendukung bahkan ikut masuk Islam. “Anak bilang tertarik dengan Islam. Akhirnya keluarga istri yang muslim saat itu sedang pergi haji mendengar saya ingin masuk islam lantas berjanji akan membantu (ikrar) saat mereka pulang dari haji,” kata Aris.

Baca Juga: Benarkah Sertifikat Pendeta Mualaf Dimusnahkan? Ini Kata Ustaz Kainama

Namun dalam perjalanannya Aris mengaku mendapatkan kesulitan. Kerabat Nasraninya mengingatkan Aris untuk tidak masuk Islam.

“Sebagian mengingatkan saya, kalau masuk Islam saya disuruh mikir tujuh kali. tapi saya hanya meng-iyakan. Saya yakin sudah saya pikirkan,” jelas Aris

Akhirnya pada November 2015 Aris bersama istri dan anaknya mengucapkan dua kalimat syahadat di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dalam ikrar tersebut juga disaksikan Bupati Ponorogo dan seluruh petinggi agama di kota tersebut.

“Saat itu saya disaksikan pula oleh para mahasiswa dan poster saya dipajang. Saya seakan sedang di kelilingi malaikat, hati saya bergetar,” ucap Aris.

Baca Juga: Perkuat Keimanan, Ini Rekomendasi Tayangan Youtube untuk Para Mualaf

Namun, kesulitan tidak berhenti sampai disitu. Aris mengaku tak ada kerabat Muslim yang ingin membantunya, padahal sudah banyak mengetahui statusnya sebagai mualaf.

“Setelah saya mulai salat dan wudhu, saya berkeinginan ke masjid. Tapi tak ada masyarakat yang membantu saya untuk beribadah, ketika saat itu saya ingin salat Jumat di masjid tapi saya belum mengetahui (cara salat Jumat) jadi saya hanya duduk di emperan masjid. Padahal mereka tahu saya mualaf,” ujarnya.

“Bahkan saya dipanggilin oleh kiyai, tapi saya kecewa. Justru ia (kiyai) mengatakan katanya saya jangan pamer saat menjadi mualaf. Padahal saya sembunyi-sembunyi masuk Islam dari keluarga agar tidak diinjak-injak,” kata Aris.

Aris mengaku mendapatkan penolakan dari keluarga besar. Ibu dan adiknya marah dan menangis karena kecewa.

“Saya jelaskan bahwa ini panggilan Allah. Ibu saya kecewa dan masih memanggil saya pendeta, kamu berdebat dan bertengkar," katanya.

Baca Juga: Annisa Theresia: Allah SWT adalah Segala Sumber Kebenaran

"Namun saya tenang. Akhirnya selesai pertengkaran itu selesai pada waktu maghrib dan saya ingin pamit pulang untuk salat,” sambung Aris.

Alih-alih dibiarkan untuk pulang, Aris terkejut mengetahui sang adik menawarkannya untuk salat. “Ketika saya jngin pulang dan salat, tak disangka, adik saya menahan saya dan membiarkan saya salat di rumah adik saya. Di sana saya berdoa agar keluarga saya diberikan hidayah. Adik saya menerima saya tapi keluarga lain masih tidak menyukai (keputusan) saya hingga kini,” ucap Aris.

Aris menegaskan, tak apa dia tidak disukai saudara selama ada Allah di sisinya. “Masuk Islam adalah kebanggaan saya, saya bangga masuk Islam,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah Agus Tan, Pendeta yang Putuskan untuk Mualaf

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)