LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pendakwah sekaligus pengurus
Mualaf Center Indonesia (MCI), Hanny Kristianto mencabut sertifikat mualaf
Richard Lee. Hanny mengungkapkan sejumlah alasan di balik pencabutan sertifikat mualaf dokter kecantikan tersebut.
Menanggapi pernyataan
Hanny Kristianto, pihak Richard Lee akhirnya buka suara. Lewat unggahan di Instagram, pihak Richard Lee mengaku menghormati segala keputusan yang telah diambil.
Baca juga: Geger Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ini Alasan Kuat MCI"Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami,
keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen," tulisnya dalam Instagram dilihat Langit7.id pada Senin (4/5/2026).
Konten kreator itu menambahkan bahwa dirinya tetap fokus untuk terus menjalani kehidupan dengan nilai-nilai baik dan bermanfaat bagi orang lain.
"Dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak. By Admin," jelasnya.
Sebelumnya, Hanny Kristianto mengatakan ada tiga alasan utama hingga
sertifikat mualaf dr Richard Lee dicabut. Menurut Hanny, Richard Lee telah menyia-nyiakan sertifikat tersebut.
"Contohnya, sudah 1 tahun lebih tidak digunakan sebagaimana mestinya. KTP sampai hari ini masih Katolik," kata Hanny Kristianto dalam unggahan di Instagram.
Baca juga: Kesan Richard Lee saat Bertemu Zakir Naik: Sosok Penuh Ilmu, Kedalaman, KetenanganSelain itu, Hanny menilai bahwa Richard Lee telah menjadikan sertifikat mualaf sebagai alat untuk menyudutkan sesama Muslim di ranah hukum.
Kemudian, alasan ketiga yaitu Richard Lee disebut masih beribadah ke gereja dan mengakui Yesus sebagai Tuhan sekaligus juru selamat.
Ia pun meminta publik untuk mengecek laman Instagram @greivancel dan kanal Youtube Pendeta Gilbert Lumoindong.
Diketahui, Richard Lee telah resmi memeluk agama Islam pada tahun 2025. Meski mengaku sudah bersyahadat sejak tahun 2023, namun ia baru mengumumkan ke publik telah menjadi mualaf pada Maret 2025.
(est)