LANGIT7.ID, Jakarta - Dokter Marcelia Yovian Djong yang merupakan seorang
mualaf, berbagi kisah terkait kedahsyatan kalimat istighfar dalam mempengaruhi ketenangan jiwa seseorang.
Marcelia, sapaan akrabnya, merupakan tenaga medis yang baru saja masuk Islam. Dalam sebuah video yang diunggah akun tiktok Tita Navita, Marcelia terlihat menulis terjemahan surah-surah pendek di atas buku.
Dalam video itu, Marcelia juga terlihat mencoba mengenakan jilbab berwarna cokelat. Tak hanya itu, baru-baru ini dia berbagi kisah tentang istighfar yang mampu meredam emosi.
Baca Juga: Habib Husen Al-Attas: Muslim dan Non Muslim Punya Kecondongan pada Fitrah
Marcelia mengaku termasuk orang yang sulit mengendalikan emosi. Kedahsyatan itu dia dapatkan saat mendapat pesan singkat dari seorang pasien dengan kuota terapi gratis.
Dia merasakan setidaknya tiga manfaat istighfar, di antaranya:
1. Meredam Emosi dan Mengerem MakianSuatu ketika Cici Marcelia mendapat pesan singkat dari seorang pasien. Keadaan cici tengah pusing dan banyak pikiran. Kondisi itu membuatnya merasa tak tahan untuk mengeluarkan kata-kata makian.
“Gue berhasil mengetes yang namanya istighfar. Gue kan salat yaudah salat, orang dzikir gue kagak dzikir. Gua ga pernah nyobain istighfar apalagi dalam keadaan bener-bener lagi emosi,” kata Marcelia, dikutip instagram shiftmedia, Rabu (28/9/2022).
Marcelia mengaku sudah menulis balasan chat yang berisi kata-kata makian. Namun, tiba-tiba dia berpikir untuk beristighfar. Tak disangka, kalimat tersebut mampu meredam emosinya.
Baca Juga: Habib Husen: Seorang Mualaf Punya Hak Khusus Dalam Islam
“Jadi, gue lagi panas hati, panas kepala, tiba-tiba ‘kenapa sih lu ga Cobain istighfar aja’. Karena gua udah mau mulai maki dia nih, semua makian udah gue tulis, member kebun binatang dan segala macamnya. Setelah gue istighfar, gua mampu dong untuk tidak enter,” ujarnya.
Setelah mampu meredam emosi, Marcelia lalu memutuskan blokir kontak pasien tersebut. Bukan karena takut, tapi tidak mau mengirimkan kata-kata kasar yang bisa menyakiti hati pasien.
“Kemudian gue blok itu orang. Bukan karena takut, tapi gue enggak mau mengirimkan kata-kata yang menyakitkan untuk orang tersebut,” ujar Cici Marcelia.
2. Memperlancar Peredaran DarahKedahsyatan istighfar tak sampai di situ. Setelah merasa tenang dan mampu mengendalikan emosi, Marcelia merasakan seperti ada baut-baut yang terlepas dari hatinya.
“Ketika gue terusin, yang tadinya emosi, pas istighfar, terasa ada baut yang Lepas. Akhirnya peredaran darah gue lancar lagi, akhirnya gue tenang, karena teraliri oleh oksigen. Sehingga gue lebih cepat mengikhlaskan,” jelas Marcelia.
Baca Juga: Kisah Agus Tan, Pendeta yang Putuskan untuk Mualaf
Dari situ, Marcelia belajar ikhlas dan mengikhlaskan. Padahal, dia mengaku sebagai sosok yang suka memaki, namun berkat istighfar kebiasaan itu bisa dikendalikan.
“Gue belajar yang namanya ikhlas dan mengikhlaskan jika gue tidak bisa maki orang itu balik, padahal gue doyan banget,” ujarnya.
3. Merilis Dopamin di OtakSetelah merasa mampu mengikhlaskan, Marcelia merasakan ada sesuatu yang terjadi di otaknya. Dia menyebut istighfar mampu merilis dopamin di otak, sehingga melahirkan rasa puas.
“Ternyata istighfar ini juga mampu merilis dopamin di otak gue, sehingga merasa puas. Ada kepuasan tersendiri yang gue enggak tahu apa, tiba-tiba gue merasa puas aja,” kata dia.
Rasa puas itu didapatkan dari keberhasilan Cici Marcelia mencoba istighfar. “Akhirnya, gue mikir kok gue bisa merasa puas yak. Oh, ternyata rasa puas datang dari keberhasilan yang mencoba namanya istighfar,” kata dia.
(jqf)