LANGIT7.ID - , Jakarta - Penulis buku "From Muallaf to Mukallaf",
Annisa Theresia mengatakan seringkali orang melupakan kebenaran bahwa Allah
subhanahu wa ta'ala adalah sumber dari segala sumber. Bahkan, kebanyakan umat manusia malah mencari sumber-sumber kebenaran lainnya.
Meski demikian, Tere sapaan akrabnya, hal tersebut disebabkan setiap manusia memiliki skenario kehidupannya yang berbeda.
Baca juga: Usai Diskusi Selama 1 Jam, Stefany Putuskan Jadi Mualaf"Ada yang
alhamdulillah lahir dari seorang rahim muslimah, ada yang seperti saya yang lahir dari seorang perempuan yang tidak mengenal
Al-Qur'an. Tetapi sesungguhnya kita semua sudah mengaku dalam surat Al A'raf ayat 172," ujar Tere dalam acara Sarasehan Mualaf di
Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (24/9/2022) lalu.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari
Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini'." (A'raf: 172).
Dalam surat tersebut umat manusia sudah mengakui di alam ruh bahwa Tuhannya adalah Allah SWT.
Baca juga: Kuatkan Iman dan Silaturahmi Antar-Mualaf, Masjid Sunda Kelapa Gelar Sarasehan Mualaf"Ini dibuat supaya kita tidak ngeles ketika di hari akhir, kita ditanyakan kembali siapa tuhanmu, siapa nabimu dan ini semua sebenarnya sudah terangkum dengan baik sekali dalam
wasiat Rasulullah SAW," katanya.
Lebih lanjut, wanita yang mulai mengucapkan kalimat
syahadat pada tahun 2000 itu mengatakan bahwa Allah SWT sudah memberikan mukjizat terbaik sepanjang zaman yakni Al-Qur'an, yang di dalamnya terdapat semua urusan dunia dan akhirat.
Meski demikian, terkadang umat manusia khususnya muslim keliru dalam menerapkannya.
"Terkadang kita sibuk membicarakan Al-Quran jika sudah ingin akhirat. Sementara, kita semua harusnya memahami bahwa Al-Quran adalah lebih baik dari GPS atau
handphone. Kebanyakan dari kita biasanya kalau bangun yang dilihat adalah
handphone. Kalau ada yang tidak insya Allah itu adalah satu pertanda baik bahwa kita sudah berusaha menjemput panggilan Allah," ucap Tere.
Baca juga: Habib Husen: Mualaf Punya Hak Khusus dalam Islam"Jadi kalau saya mengibaratkan kasih sayang Allah itu ibarat fasilitas wi-fi,
always on cuma
handphone-nya kita itu tidak selalu mengaktifkan fasilitas itu. Ada yang mengaktifkan ada yang tidak dan ada yang mengaktifkan kalau ada yang maunya saja," lanjut dia .
(est)