Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia Junior
Gagal Pertahankan Gelar Suhandinata, Pelatih: Segera Move On
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 24 Oktober 2022 - 17:37 WIB
Tim bulu tangkis Indonesia meraih medali perunggu di Piala Suhandinata 2022. (Foto: Humas PBSI)
Tim junior Indonesia belum berhasil mempertahankan gelar Piala Suhandinata yang diraih tahun 2019 silam. Langkah Garuda Muda terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan Chinese Taipei dengan skor tipis 2-3.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus puas meraih perunggu di Piala Suhandinata 2022. Manajer tim, Eddy Prayitno, menyampaikan permohonan maaf atas hasil kurang maksimal yang diraih Merah-Putih.
Baca Juga:Fajar/Rian Menang Dramatis atas Minions di Final Denmark Open 2022
"Mohon maaf karena kami belum bisa mempertahankan gelar juara. Tapi kami tetap berharap doa restu dan dukungan karena perjuangan belum selesai. Masih ada lima emas yang bisa didapat di nomor perorangan," kata Eddy dalam keterangan resmi PBSI, dikutip Senin (24/10).
Eddy mengatakan kekalahan atas Chinese Taipei amat menyakitkan. Tetapi, dia meminta kepada tim untuk segera melupakan hal itu dan kembali fokus berjuang.
"Kekalahan yang menyakitkan memang, tapi ini sebagai pelajaran dan pengalaman untuk kita mawas diri. Bukan target yang ingin dicapai tapi medali perunggu harus tetap disyukuri. Inilah hasil terbaik yang bisa kita dapat," ujar Eddy.
Baca Juga:Indonesia Sapu Bersih Laga Pembuka Piala Suhandinata 2022
Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus puas meraih perunggu di Piala Suhandinata 2022. Manajer tim, Eddy Prayitno, menyampaikan permohonan maaf atas hasil kurang maksimal yang diraih Merah-Putih.
Baca Juga:Fajar/Rian Menang Dramatis atas Minions di Final Denmark Open 2022
"Mohon maaf karena kami belum bisa mempertahankan gelar juara. Tapi kami tetap berharap doa restu dan dukungan karena perjuangan belum selesai. Masih ada lima emas yang bisa didapat di nomor perorangan," kata Eddy dalam keterangan resmi PBSI, dikutip Senin (24/10).
Eddy mengatakan kekalahan atas Chinese Taipei amat menyakitkan. Tetapi, dia meminta kepada tim untuk segera melupakan hal itu dan kembali fokus berjuang.
"Kekalahan yang menyakitkan memang, tapi ini sebagai pelajaran dan pengalaman untuk kita mawas diri. Bukan target yang ingin dicapai tapi medali perunggu harus tetap disyukuri. Inilah hasil terbaik yang bisa kita dapat," ujar Eddy.
Baca Juga:Indonesia Sapu Bersih Laga Pembuka Piala Suhandinata 2022