Disinfeksi UV-C Tekan Risiko Penularan Penyakit Lewat Udara
Ummu hani
Rabu, 26 Oktober 2022 - 12:47 WIB
Produk disinfeksi UV-C dipercaya dapat menekan risiko penularan penyakit lewat udara. Foto: Ummu Hani/Langit7.
Signify Indonesia menghadirkan rangkaian produk Disinfeksi UV-C atau UV-C Air Disinfection untuk mengurangi risiko penyebaran dan penularan penyakitmelalui udara.
Diketahui risiko infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan, yang biasa dikenal dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi nosokomial, menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Robot Semprot Disinfektan di Area Masjidil Haram
Dalam studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), frekuensi infeksi nosokomial tertinggi dilaporkan dari rumah sakit di wilayah Mediterania Timur 11,8 persen diikuti Asia Tenggara termasuk Indonesia dengan nilai 10,1 persen.
Tanpa disadari, kemungkinan mereka yang menetap di rumah sakit, seperti pasien rawat inap, staf, hingga praktisi kesehatan, berisiko terpapar infeksi.
Ada banyak komponen di lingkungan rumah sakit yang berpotensi langsung atas risiko terhadap HAIs, termasuk desain fasilitas bangsal perawatan dan ruang operasi, kualitas udara, pasokan air, makanan, serta penanganan limbah medis dan jasa cuci (laundry). Infeksi paling sering disebabkan oleh bakteri, virus, dan mikroorganisme.
Country Leader Signify Indonesia, Dedy Bagus Pramono mengatakan, Forum Thought Leadership ini menekankan pentingnya kualitas udara yang bersirkulasi, terutama di ruang yang tidak memiliki ventilasi udara memadai, seperti gedung-gedung tinggi rumah sakit.
Diketahui risiko infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan, yang biasa dikenal dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi nosokomial, menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Robot Semprot Disinfektan di Area Masjidil Haram
Dalam studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), frekuensi infeksi nosokomial tertinggi dilaporkan dari rumah sakit di wilayah Mediterania Timur 11,8 persen diikuti Asia Tenggara termasuk Indonesia dengan nilai 10,1 persen.
Tanpa disadari, kemungkinan mereka yang menetap di rumah sakit, seperti pasien rawat inap, staf, hingga praktisi kesehatan, berisiko terpapar infeksi.
Ada banyak komponen di lingkungan rumah sakit yang berpotensi langsung atas risiko terhadap HAIs, termasuk desain fasilitas bangsal perawatan dan ruang operasi, kualitas udara, pasokan air, makanan, serta penanganan limbah medis dan jasa cuci (laundry). Infeksi paling sering disebabkan oleh bakteri, virus, dan mikroorganisme.
Country Leader Signify Indonesia, Dedy Bagus Pramono mengatakan, Forum Thought Leadership ini menekankan pentingnya kualitas udara yang bersirkulasi, terutama di ruang yang tidak memiliki ventilasi udara memadai, seperti gedung-gedung tinggi rumah sakit.