Zulhas: Perbedaan Pendapat Akibat Pilihan Politik Perkara Biasa
Ummu hani
Kamis, 27 Oktober 2022 - 19:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Kemudahan mengakses informasi melalui media sosial layaknya pisau bermata dua. Selain bermanfaat, terkadang timbul pula perbedaan pendapat antar warganet.
Terlebih, jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, isu-isu perbedaan di masyarakat kian kuat. Tak jarang pula perbedaan tersebut menyebabkan perpecahan antar kelompok.
Menanggapi masalah tersebut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menuturkan, perbedaan di masyarakat akibat pilihan politik adalah perkara biasa termasuk kampanye negatif terhadap kandidat presiden serta wapres dengan penyebutan anti Islam, pro-AS, pro-China, dan lainnya.
Baca Juga:KH Cholil Nafis Dukung Babe Haikal Galakkan Persatuan Umat
“Itu boleh-boleh saja, tinggal nanti dilihat mana yang waras. Dan kita kan nggak perang juga, nggak kelahi,” kata pria yang akrab disapa Zulhas dalam peluncuran kanal televisi melalui platform YouTube beranama 'Gaya TV', kemarin (26/10/2022) malam.
Peluncuran itu diawali dengan menggelar “Dinner Talk” bersama sejumlah tokoh nasional di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, bertema “Keberpihakan Media Massa dan Peranannya dalam Menciptakan Peluang Disintegrasi Bangsa”.
Meski demikian, menurut Zulhas, pertarungan isu-isu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak akan seberat seperti yang terjadi pada 2014 dan 2019 lalu. Diketahui, pada 2014 dan 2019 kandidat Calom Pressiden (Capres)-Calon Wakil Presiden hanya dua pasang.
Terlebih, jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, isu-isu perbedaan di masyarakat kian kuat. Tak jarang pula perbedaan tersebut menyebabkan perpecahan antar kelompok.
Menanggapi masalah tersebut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menuturkan, perbedaan di masyarakat akibat pilihan politik adalah perkara biasa termasuk kampanye negatif terhadap kandidat presiden serta wapres dengan penyebutan anti Islam, pro-AS, pro-China, dan lainnya.
Baca Juga:KH Cholil Nafis Dukung Babe Haikal Galakkan Persatuan Umat
“Itu boleh-boleh saja, tinggal nanti dilihat mana yang waras. Dan kita kan nggak perang juga, nggak kelahi,” kata pria yang akrab disapa Zulhas dalam peluncuran kanal televisi melalui platform YouTube beranama 'Gaya TV', kemarin (26/10/2022) malam.
Peluncuran itu diawali dengan menggelar “Dinner Talk” bersama sejumlah tokoh nasional di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, bertema “Keberpihakan Media Massa dan Peranannya dalam Menciptakan Peluang Disintegrasi Bangsa”.
Meski demikian, menurut Zulhas, pertarungan isu-isu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak akan seberat seperti yang terjadi pada 2014 dan 2019 lalu. Diketahui, pada 2014 dan 2019 kandidat Calom Pressiden (Capres)-Calon Wakil Presiden hanya dua pasang.