Selain Pendidikan, Anak-Anak Palestina Berhak akan Keamanan dan Keselamatan
Ahmad zuhdi
Rabu, 18 Agustus 2021 - 02:15 WIB
Anak-anak Palestina dan guru mereka berjalan melewati Kubah Batu dari abad ketujuh, salah satu situs paling suci dalam Islam. Foto: Langit7.id/iStock
Tidak hanya berhak mendapatkan pendidikan, anak-anak Palestina juga berhak untuk hidup dalam keamanan dan keselamatan. Hal tersebut disampaikan Koordinator Kemanusiaan dan Kependudukan PBB di wilayah pendudukan Palestina Lynn Hastings.
Menurutnya, 79 anak Palestina tewas dan 1.269 lainnya terluka sejak awal 2021. Hastings menambahkan, 11 anak Palestina lainnya dibunuh pasukan Israel di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur.
Baca Juga:Potret Siswa Gaza Rayakan Hasil Ujian Akhir di Tengah Kecamuk Perang
"Anak-anak tidak hanya memiliki hak atas pendidikan yang aman tetapi juga diberikan perlindungan khusus di bawah hak asasi manusia internasional mengingat kerentanan khusus mereka," kata Hastings dalam sebuah pernyataan.
"Sebanyak 67 anak tewas di Jalur Gaza selama eskalasi baru-baru ini dan satu lagi pada bulan Juni akibat sisa-sisa bahan peledak perang oleh Israel," ungkapnya.
Baca Juga:Muhammadiyah Bangun Sekolah Qur’an Kedua untuk Warga Palestina
Pejabat PBB itu menganggap Israel bertanggung jawab untuk melindungi anak-anak dan guru dari pelecehan dan kekerasan oleh pemukim (Israel) dalam perjalanan mereka ke dan dari sekolah. Pada Ahad (15/8/2021), Otoritas Palestina mengumumkan dimulainya tahun akademik di tengah protokol kesehatan terkait Covid-19. (Sumber: Anadolu Agency)
Menurutnya, 79 anak Palestina tewas dan 1.269 lainnya terluka sejak awal 2021. Hastings menambahkan, 11 anak Palestina lainnya dibunuh pasukan Israel di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur.
Baca Juga:Potret Siswa Gaza Rayakan Hasil Ujian Akhir di Tengah Kecamuk Perang
"Anak-anak tidak hanya memiliki hak atas pendidikan yang aman tetapi juga diberikan perlindungan khusus di bawah hak asasi manusia internasional mengingat kerentanan khusus mereka," kata Hastings dalam sebuah pernyataan.
"Sebanyak 67 anak tewas di Jalur Gaza selama eskalasi baru-baru ini dan satu lagi pada bulan Juni akibat sisa-sisa bahan peledak perang oleh Israel," ungkapnya.
Baca Juga:Muhammadiyah Bangun Sekolah Qur’an Kedua untuk Warga Palestina
Pejabat PBB itu menganggap Israel bertanggung jawab untuk melindungi anak-anak dan guru dari pelecehan dan kekerasan oleh pemukim (Israel) dalam perjalanan mereka ke dan dari sekolah. Pada Ahad (15/8/2021), Otoritas Palestina mengumumkan dimulainya tahun akademik di tengah protokol kesehatan terkait Covid-19. (Sumber: Anadolu Agency)