home masjid

Masjid Al-Baitul Qadim, Saksi Penyebaran Islam di Pulau Timor

Senin, 31 Oktober 2022 - 17:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Masjid Agung Al-Baitul Qadim adalah salah satu rumah ibadah tertua di Indonesia dan merupakan yang tertua di Pulau Timor. Sarana ibadah umat muslim ini berusia 210 tahun yang berdiri sejak 1812.

Mulanya, masjid dengan bangunan sebesar 10x10 meter ini hanya memiliki satu lantai saja. Namun pada tahun 1984 dilakukan renovasi dengan menambahkan satu lantai sehingga kini masjid memiliki dua lantai.

Pembangunan Masjid Agung Al Baitul Qadim berlangsung selama enam tahun, dimulai pada tahun 1806 sampai 1812. Sya’ban bin Sanga merupakan Imam yang pertama bagi kaum Muslimin di Pulau Timor. Imam pertama dari masjid ini adalah Sya’ban bin Sanga.

Kedatangan Sya'ban merupakan titik pertama penyebaran Islam di Pulau Timor. Sya’ban datang bersama rombongan Kesultanan Mananga di bawah Pimpinan Sultan Badarrudin yang dipindahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dari negeri asalnya, yaitu Desa Menanga, Pulau Solor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:Ridwan Kamil Beri Nilai 9 untuk Masjid Sheikh Al Zayed Solo

Karena pesatnya perkembangan jumlah warga muslim, masjid akhirnya dilakukan pemugaran pada tahun 1984 oleh Imam Masjid turunan ketujuh, Birando bin Tahir. Pemugaran juga atas persetujuan para jamaah.

Kini, Masjid Agung Al Baitul Qadim dikenal sebagai simbol pemersatu warga Pulau Timor. Karena masjid dibangun oleh warga setempat baik itu beragama Islam dan non-muslim ketika itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
renovasi masjid arsitektur masjid berdakwah dkm masjid masjid al-baitul qadim
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya