Riset Terbaru AS: Vaksin mRNA Covid-19 Aman bagi Ibu Hamil
Ajeng ritzki
Rabu, 18 Agustus 2021 - 10:27 WIB
Ibu Hamil bersiap menerima suntikan vaksin Foto: Langit7.id/Istock
Berdasar data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, vaksin mRNA Covid-19 yang telah diinjeksikan dipastikan aman selama kehamilan. Proyek pengawasan yang masih berlangsung tersebut tidak menemukan masalah keamanan untuk vaksin atau peningkatan tingkat keguguran.
CDC terus memantau ribuan kehamilan sebagai bagian dari proyek besar yang berlangsung untuk melacak efek samping vaksin Covid-19. Proyek khusus vaksinasi bagi ibu hamil berkode V safe Covid-19 Vaccine Pregnancy Registry, memonitor lebih dari 100.000 kehamilan.
Pada Juni, hasil pertama dari studi monitor terhadap peserta sudah masuk tahap peninjauan dan dipublikasikan di The New England Journal of Medicine. Penelitian itu tidak mendeteksi efek samping di luar kebiasaan atau komplikasi kehamilan pada mereka yang divaksinasi selama kehamilan atau divaksinasi sebelum hamil.
Analisa baru data v-safe ini secara spesifik berfokus pada keguguran 20 minggu pertama kehamilan. Studi dilakukan terhadap 2.456 orang yang menerima vaksin mRNA Covid-19 baik sebelum pembuahan atau selama 20 minggu pertama kehamilan.
Sekitar 13 persen subjek dalam penelitian ini mengalami keguguran pada 20 pekan pertama kehamilan. Dalam dunia medis kehamilan secara umum memiliki 11 hingga 16 persen risiko keguguran.
Data baru ini berarti menegaskan bahwa vaksinasi mRNA Covid-19 tidak meningkatkan risiko keguguran dini pada seseorang.
Penelitian sebelumnya juga belum mendeteksi vaksinasi mRNA yang mengarah ke tingkat yang lebih tinggi, kelahiran prematur atau kelainan pada bayi baru lahir. Pengawasan v-safe sedang berlangsung, dan peneliti terus melacak kehamilan di AS terkait tanda-tanda efek vaksin yang merugikan.
CDC terus memantau ribuan kehamilan sebagai bagian dari proyek besar yang berlangsung untuk melacak efek samping vaksin Covid-19. Proyek khusus vaksinasi bagi ibu hamil berkode V safe Covid-19 Vaccine Pregnancy Registry, memonitor lebih dari 100.000 kehamilan.
Pada Juni, hasil pertama dari studi monitor terhadap peserta sudah masuk tahap peninjauan dan dipublikasikan di The New England Journal of Medicine. Penelitian itu tidak mendeteksi efek samping di luar kebiasaan atau komplikasi kehamilan pada mereka yang divaksinasi selama kehamilan atau divaksinasi sebelum hamil.
Analisa baru data v-safe ini secara spesifik berfokus pada keguguran 20 minggu pertama kehamilan. Studi dilakukan terhadap 2.456 orang yang menerima vaksin mRNA Covid-19 baik sebelum pembuahan atau selama 20 minggu pertama kehamilan.
Sekitar 13 persen subjek dalam penelitian ini mengalami keguguran pada 20 pekan pertama kehamilan. Dalam dunia medis kehamilan secara umum memiliki 11 hingga 16 persen risiko keguguran.
Data baru ini berarti menegaskan bahwa vaksinasi mRNA Covid-19 tidak meningkatkan risiko keguguran dini pada seseorang.
Penelitian sebelumnya juga belum mendeteksi vaksinasi mRNA yang mengarah ke tingkat yang lebih tinggi, kelahiran prematur atau kelainan pada bayi baru lahir. Pengawasan v-safe sedang berlangsung, dan peneliti terus melacak kehamilan di AS terkait tanda-tanda efek vaksin yang merugikan.