Muktamar Muhammadiyah Digelar Hybrid, Wujud Islam Respons Perubahan Zaman
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 05 November 2022 - 12:28 WIB
Muktamar ke-48 Muhammadiyah digelar secara hybrid. Foto: Muhammadiyah.
Muhammadiyah resmi menyelenggarakan Sidang Pleno I Muktamar ke-48 di Surakarta pada Sabtu, 05 November 2022. Muktamar ini dilaksanakan secara hybrid yakni online dan offline.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah telah berpengalaman dalam menyelenggarakan sidang secara hybrid seperti demikian.
Baca juga: Malam Mangayubagyo jadi Sarana Hiburan Sekaligus Syiar Muktamar Muhammadiyah
"Hari ini kita melakukan persidangan secara hybrid, maka insyaAllah kita sudah beradaptasi dengan ini, pembahasan dan persidangan akan berjalan lancar. Kalau pun ada kesulitan, kita akan mengatasinya dengan baik," ujar Haedar saat membuka Sidang Sidang Pleno I, dikutip dari situs Muhammadiyah, Sabtu (5/11/2022).
Dia melanjutkan prosesi Muktamar secara hybrid ini merupakan tonggak baru bagi Persyarikatan. Meski demikian, ia turut mengingatkan agar Sidang Pleno I tersebut mesti dikawal, bermarwah utama, memberikan uswatun hasanah, dan bermanfaat bagi semesta kehidupan.
Sementara, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan Muktamar secara hybrid ini merupakan pertama kali dalam sejarah Muhammadiyah.
Menurut dia, ini adalah wujud dari paham Islam berkemajuan yang senantiasa fleksibel dan dinamis dalam merespon perubahan zaman.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah telah berpengalaman dalam menyelenggarakan sidang secara hybrid seperti demikian.
Baca juga: Malam Mangayubagyo jadi Sarana Hiburan Sekaligus Syiar Muktamar Muhammadiyah
"Hari ini kita melakukan persidangan secara hybrid, maka insyaAllah kita sudah beradaptasi dengan ini, pembahasan dan persidangan akan berjalan lancar. Kalau pun ada kesulitan, kita akan mengatasinya dengan baik," ujar Haedar saat membuka Sidang Sidang Pleno I, dikutip dari situs Muhammadiyah, Sabtu (5/11/2022).
Dia melanjutkan prosesi Muktamar secara hybrid ini merupakan tonggak baru bagi Persyarikatan. Meski demikian, ia turut mengingatkan agar Sidang Pleno I tersebut mesti dikawal, bermarwah utama, memberikan uswatun hasanah, dan bermanfaat bagi semesta kehidupan.
Sementara, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan Muktamar secara hybrid ini merupakan pertama kali dalam sejarah Muhammadiyah.
Menurut dia, ini adalah wujud dari paham Islam berkemajuan yang senantiasa fleksibel dan dinamis dalam merespon perubahan zaman.