Forum Dialog Bahrain Tekankan Pentingnya Persaudaraan Kemanusiaan
Hasanah syakim
Ahad, 06 November 2022 - 12:26 WIB
Forum Dialog Bahrain Tekankan Pentingnya Persaudaraan Kemanusiaan. Foto: Istimewa.
Forum Dialog Bahrain di Manama diakhiri dengan penampilan Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa, Prof Ahmad Muhammad Al-Tayyib, dan Paus Fransiscus. Ketiganya menekankan pentingnya persaudaraan kemanusiaan guna mewujudkan kerja sama kemanusiaan.
Syaikhul Azhar, Prof Ahmad Muhammad Al-Tayyib menyampaikan tiga asas persaudaraan dan kerja sama kemanusiaan menurut Al-Qur'an. Pertama adanya kemajemukan sebagai ketentuan ilahi, kedua kebebasan hakiki dan penghargaan atas hak-hak asasi manusia.
Ketiga ialah perlombaan dalam kebenaran yang berujung pada perebutan prestasi termulia, yaitu menjadi insan yang bertakwa.
"Atas dasar itulah dialog Timur-Barat harus dikembangkan. Praduga, sentimen, dan kebencian antar kedua pihak harus segera dihentikan. Benturan antar peradaban harus digantikan dengan dialog dan kerja sama antar peradaban," kata Prof Ahmad Muhammad dalam keterangannya, dikutip Ahad (6/11/2022).
Forum Dialog Bahrain diikuti 300 tokoh lintas agama, akademisi, dan penentu kebijakan. Dari Indonesia hadir Prof Quraish Shihab, TGB Zainul Majdi (Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia), serta Prof Din Syamsuddin (Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC dan World Peace Forum).
Baca Juga:UBN Bangga Muhammadiyah Gencar Bangun Infrastruktur Secara Swadaya
Sementara itu, Din Syamsuddin sepakat penuh terhadap pandangan Syaikhul Al-Azhar tersebut. Akan tetapi menurutnya ada prasyarat untuk terwujudnya dialog itu, yaitu pertama perlu adanya kesetaraan bahwa kedua pihak setara, bukan antara pihak superior dan pihak inferior.
Syaikhul Azhar, Prof Ahmad Muhammad Al-Tayyib menyampaikan tiga asas persaudaraan dan kerja sama kemanusiaan menurut Al-Qur'an. Pertama adanya kemajemukan sebagai ketentuan ilahi, kedua kebebasan hakiki dan penghargaan atas hak-hak asasi manusia.
Ketiga ialah perlombaan dalam kebenaran yang berujung pada perebutan prestasi termulia, yaitu menjadi insan yang bertakwa.
"Atas dasar itulah dialog Timur-Barat harus dikembangkan. Praduga, sentimen, dan kebencian antar kedua pihak harus segera dihentikan. Benturan antar peradaban harus digantikan dengan dialog dan kerja sama antar peradaban," kata Prof Ahmad Muhammad dalam keterangannya, dikutip Ahad (6/11/2022).
Forum Dialog Bahrain diikuti 300 tokoh lintas agama, akademisi, dan penentu kebijakan. Dari Indonesia hadir Prof Quraish Shihab, TGB Zainul Majdi (Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia), serta Prof Din Syamsuddin (Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC dan World Peace Forum).
Baca Juga:UBN Bangga Muhammadiyah Gencar Bangun Infrastruktur Secara Swadaya
Sementara itu, Din Syamsuddin sepakat penuh terhadap pandangan Syaikhul Al-Azhar tersebut. Akan tetapi menurutnya ada prasyarat untuk terwujudnya dialog itu, yaitu pertama perlu adanya kesetaraan bahwa kedua pihak setara, bukan antara pihak superior dan pihak inferior.