Sejumlah Klub Liga 1 Tolak Sistem Bubble
Fajar adhitya
Ahad, 06 November 2022 - 22:20 WIB
Sejumlah klub menyatakan tidak setuju jika format liga 1 digelar dengan sistem bubble (foto: psis semarang)
Sejumlah klub menginginkan format kompetisi Liga 1 tetap berlangsung dengan format home-away. Mereka menolak wacana sistem bubble yang akan diterapkan bila nantinya kompetisi digelar kembali.
Persebaya Surabaya dan Persis Solo telah merilis pernyataan bersama apabila lanjutan Liga 1 2022/2023 berjalan kembali. Kedua manajemen klub sepakat menginginkan pertandingan format home-away dan dihadiri penonton.
“Tentunya dibarengi dengan standar keamanan baru yang bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan penonton, pemain, ofisial, maupun seluruh pihak yang hadir di stadion,” dilansir laman resmi Persebaya, Ahad (6/11/2022).
Baca juga:Babak Pertama Chelsea Vs Arsenal Imbang Tanpa Gol
Penolakan sistem bubble juga disuarakan Madura United yang mendorong agar kompetisi tetap menggunakan format home-away. Laskar Sape Kerab menilai sistem bubble akan merugikan industri sepak bola.
“Tidak boleh lagi ada sentralisasi kompetisi lagi. Sentralisasi kompetisi akan melahirkan dampak yang luar biasa juga... Terus, apa gunanya jika kita kemarin mau memulai kompetisi sekarang, bisnis di putaran kompetisi ini terdapat industri UMKM, pekerja sektor, semuanya bergerak," ujar Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq, kepada wartawan.
Selain itu, lanjutan Liga 1 berpotensi tak membolehkan kehadiran penonton. Hal itu tak terlepas dari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, jaminan keamanan penonton saat ini sedang dikaji.
Persebaya Surabaya dan Persis Solo telah merilis pernyataan bersama apabila lanjutan Liga 1 2022/2023 berjalan kembali. Kedua manajemen klub sepakat menginginkan pertandingan format home-away dan dihadiri penonton.
“Tentunya dibarengi dengan standar keamanan baru yang bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan penonton, pemain, ofisial, maupun seluruh pihak yang hadir di stadion,” dilansir laman resmi Persebaya, Ahad (6/11/2022).
Baca juga:Babak Pertama Chelsea Vs Arsenal Imbang Tanpa Gol
Penolakan sistem bubble juga disuarakan Madura United yang mendorong agar kompetisi tetap menggunakan format home-away. Laskar Sape Kerab menilai sistem bubble akan merugikan industri sepak bola.
“Tidak boleh lagi ada sentralisasi kompetisi lagi. Sentralisasi kompetisi akan melahirkan dampak yang luar biasa juga... Terus, apa gunanya jika kita kemarin mau memulai kompetisi sekarang, bisnis di putaran kompetisi ini terdapat industri UMKM, pekerja sektor, semuanya bergerak," ujar Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq, kepada wartawan.
Selain itu, lanjutan Liga 1 berpotensi tak membolehkan kehadiran penonton. Hal itu tak terlepas dari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, jaminan keamanan penonton saat ini sedang dikaji.