home community

Organisasi Hizbul Wathan Tempa Soedirman jadi Prajurit Tangguh

Kamis, 10 November 2022 - 22:00 WIB
Organisasi Hizbul Wathan Tempa Soedirman jadi Prajurit Tangguh. Foto: Istimewa.
Sosok pahlawan nassional, Jenderal Soedirman sangat dikenang seluruh masyarakat Indonesia karena jasa besarnya pada Tanah Air. Jauh sebelum terjun ke dunia militer, Soedirman sempat aktif dalam organisasi Pandu Hizbul Wathan (Patvinder Muhammadiyah).

Hizbul Wathan didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 20 Desember 1918 sebagai wadah untuk menegakkan akidah, budi pekerti, fisik, mental, dan rasa cinta Tanah Air anak muda. Dalam organisasi itulah Soedirman muda mendapatkan bekal besar menjadi seorang prajurit tangguh dan cerdas.

Karena kemampuan yang mumpuni, dia pun ditunjuk sebagai pemimpin Hizbul Wathan cabang Cilacap dengen mengemban tugas menentukan dan merencanakan kegiatan kelompoknya.

Baca Juga:Menag Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan Nasional

Berkat pendidikannya di Hizbul Wathan menjadikan dirinya sebagai sosok yang tegak lurus membela kepentingan Tanah Air dan anti penjajahan serta cinta Muhammadiyah. Hal tersebut ditegaskan Soedirman melalui tindakannya yang menyelamatkan pendidikan Muhammadiyah saat masa penjajahan Jepang.

Pada tahun 1944, Soedirman akhirnya memutuskan untuk berkiprah di dunia militer dengan bergabung ke dalam organisasi Pembela Tanah Air (PETA). Tak hanya itu, dirinya pun terlibat di beberapa organisasi militer lainnya, seperti Syu Sangikai dan Badan Keamanan Rakyat (sekarang Tentara Nasional Indonesia), hingga akhirnya dia menerima kenaikan pangkat militer.

Pangkat kemiliteran Soedirman perlahan terus meningkat. Puncaknya pada 12 November 1945 Soedirman dipilih menjadi panglima besar. Aksi heroiknya ditunjukan pada akhir 1945 dengan memimpin pasukan untuk melawan serangan pasukan Semarang, Magelang, dan Ambarawa guna memertahankan kemerdekaan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
hari pahlawan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya