LANGIT7.ID-, Kolombia -
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang melanda
Kolombia pada hari Senin (10/8), merupakan yang terparah pada abad ini, menurut Layanan Geologi Nasional. Menurut catatan resmi, korban tewas tercatat ada 181 orang dan kemungkinan akan bertambah. Sementara korban luka-luka hampir 2.600 orang dan 200 orang masih dinyatakan hilang.
Memasuki hari kedua setelah bencana tersebut melanda, tim penyelamat di
Kolombia berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para penyintas yang terjebak di dalam bangunan, dan di bawah reruntuhan akibat gempa bumi dahsyat yang terjadi.
Lebih dari 180 orang dipastikan tewas, yang sebagian besar di kota Cali dan Pereira.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu terjadi pada pukul 07.34 (12.34 GMT) hari Senin dan guncangannya terasa di wilayah yang sangat luas, membentang hingga ratusan mil di wilayah barat Kolombia. Bahkan gempa susulan pun masih terus terasa hingga hari Selasa (11/8).
Atas bencana tersebut
Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella telah menetapkan status darurat.
Baca juga: Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 132 Tewas dan 570 Luka-lukaDalam pembaruan informasi yang disampaikan pada hari Selasa dari Pereira, salah satu kota yang terdampak paling parah, Presiden Espriella menyatakan bahwa selain korban tewas, hampir 2.600 orang mengalami luka-luka dan hampir 200 orang masih dinyatakan hilang.
Ia juga melaporkan bahwa lebih dari 1.100 rumah hancur dan lebih dari 8.000 rumah lainnya mengalami kerusakan. melansir BBC, Rabu (12/8/2026).
Sepanjang malam dari hari Senin hingga Selasa, sejumlah warga menghabiskan malam di luar ruangan di kota-kota seperti Pereira dan Cali, baik karena rumah mereka hancur maupun karena kekhawatiran akan adanya keruntuhan susulan.
Di berbagai wilayah negara tersebut, puluhan bangunan yang lebih besar juga telah runtuh.
Di Cali, sebuah kota berpenduduk 2,2 juta jiwa yang mencatat 95 korban jiwa, sebuah pos komando terpadu telah didirikan untuk mengoordinasikan upaya penyelamatan.
Pada hari Selasa, Wali Kota Cali Alejandro Eder menyatakan bahwa 239 orang masih terjebak, sementara 949 orang terluka dan 45 bangunan runtuh baik sebagian maupun seluruhnya.
Beberapa lantai atas di salah satu rumah sakit kota, termasuk area perawatan anak, runtuh, menyebabkan sejumlah pasien terjebak.
Di Calima, sebuah kawasan di bagian utara Cali, empat anak meninggal dunia setelah sebagian bangunan sekolah Gimnasio Calima runtuh.
Wali kota setempat, Antonio Cadavid, menyatakan bahwa anak-anak lainnya mengalami luka serius, dengan total 30 anak dirujuk ke fasilitas perawatan.
Baca juga: Kemlu Pastikan WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4Untuk mengantisipasi ancaman penjarahan, ia juga telah memberlakukan jam malam yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat dan berlangsung hingga pukul 06.00 pada Rabu pagi.
Gempa Susulan di CaliGuncangan susulan kembali terasa di Cali, sehari setelah gempa utama mengguncang. Tercatat ada lebih dari 70 kejadian tercatat sejak gempa hari Senin, menurut badan geologi Kolombia.
Menurut badan tersebut, dua gempa berkekuatan magnitudo 3,6 terjadi pada Selasa dini hari. Gempa pertama terjadi di San José del Palmar dan yang kedua di Santander.
Di Pereira, 79 orang dilaporkan tewas menurut dinas pemadam kebakaran setempat.
Kota tersebut telah memberlakukan kebijakan hari bebas kendaraan untuk memfasilitasi kelancaran upaya pencarian, dan warga diimbau untuk mematuhinya.
Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan besarnya skala upaya penyelamatan, di mana ratusan sukarelawan bekerja menyingkirkan puing-puing dan membebaskan para penyintas yang terjebak.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, melaporkan bahwa 164 warga Spanyol masih dinyatakan hilang.
Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada laporan mengenai korban luka atau meninggal dunia di kalangan warga negaranya.
Pemerintahan Donald Trump, yang mendukung Presiden Abelardo de la Espriella dalam pemilihan umum yang dimenangkannya awal tahun ini, sore tadi mengumumkan pemberian bantuan sebesar USD 15,5 juta keppada Kolombia.
Tawaran bantuan juga datang dari Ekuador, Brasil, El Salvador, dan Venezuela.
(lsi)