Anggota DPR Dukung Pengembangan Obat dan Alkes Karya Dalam Negeri
Andi Muhammad
Jum'at, 11 November 2022 - 04:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mendukung pengembangan kemandirian produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri. Kurniasih mengatakan, adanya pandemi Covid-19 menjadi satu pelajaran penting bagi kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan karya anak bangsa.
Sebagai bagian dari mitigasi, maka seharusnya ekosistem industri obat, vaksin dan alat kesehatan dalam negeri mendapatkan insentif lebih sebagai bagian dari persiapan isu kesehatan pada masa mendatang.
"Belajar penuh dari pandemi Covid-19 yang sama sekali tidak kita duga terjadi lalu setiap negara pada awal-awal memprioritaskan kepentingan negaranya masing-masing, maka disinilah letak pentingnya kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan untuk mitigasi jika terjadi krisis kesehatan pada masa mendatang," kata Kurniasih dalam keterangannya, Kamis (10/11/2022).
Baca Juga:BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin IndoVac untuk Booster
Semangat kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan sejatinya sudah diturunkan dalam bentuk Inpres Nomor 16 Tahun 2016. Namun, semua baru berbenah dan bergerak setelah terjadinya Covid-19 pada pertengahan 2020.
"Jangan lagi ada peraturan tanpa implementasi. Kuncinya keberpihakan dan political will pemerintah, serius atau tidak untuk benar-benar mewujudkan kemandirian di produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan," kata Kurniasih.
Anggota DPR RI Dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar negeri ini tidak meragukan kapasitas putra bangsa dalam memproduksi obat, vaksin dan alat kesehatan. Terbukti, selama pandemi sudah lahir beberapa inovasi dan produksi karya anak bangsa seperti antigen, ventilator, USG, rapid test berbagai penyakit dan teranyar vaksin Covid-19 Indovac dan Inavac.
Sebagai bagian dari mitigasi, maka seharusnya ekosistem industri obat, vaksin dan alat kesehatan dalam negeri mendapatkan insentif lebih sebagai bagian dari persiapan isu kesehatan pada masa mendatang.
"Belajar penuh dari pandemi Covid-19 yang sama sekali tidak kita duga terjadi lalu setiap negara pada awal-awal memprioritaskan kepentingan negaranya masing-masing, maka disinilah letak pentingnya kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan untuk mitigasi jika terjadi krisis kesehatan pada masa mendatang," kata Kurniasih dalam keterangannya, Kamis (10/11/2022).
Baca Juga:BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin IndoVac untuk Booster
Semangat kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan sejatinya sudah diturunkan dalam bentuk Inpres Nomor 16 Tahun 2016. Namun, semua baru berbenah dan bergerak setelah terjadinya Covid-19 pada pertengahan 2020.
"Jangan lagi ada peraturan tanpa implementasi. Kuncinya keberpihakan dan political will pemerintah, serius atau tidak untuk benar-benar mewujudkan kemandirian di produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan," kata Kurniasih.
Anggota DPR RI Dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar negeri ini tidak meragukan kapasitas putra bangsa dalam memproduksi obat, vaksin dan alat kesehatan. Terbukti, selama pandemi sudah lahir beberapa inovasi dan produksi karya anak bangsa seperti antigen, ventilator, USG, rapid test berbagai penyakit dan teranyar vaksin Covid-19 Indovac dan Inavac.