Bukan demi Kaya, UAH: Orang Islam Berbisnis untuk Bisa Ibadah
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 11 November 2022 - 10:30 WIB
Ilustrasi berbisnis seorang muslim yang tujuannya untuk beribadah. (Foto: Istimewa).
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat (UAH) menilai orang Islam berbisnis bukan diniatkan untuk kaya. Mereka memilih berwirausaha supaya bisa banyak ibadah.
Menurutnya, bisnis yang dibangun dengan tujuan membagikan nilai manfaat akan mendapatkan ridha Allah SWT. Termasuk sedekah untuk membahagiakan orangtua dan tetangga.
"Misi orang Islam harus begitu, sehingga apa yang didapatkan akan punya nilai manfaat," kata UAH sapaan akrabnya dalam potongan ceramahya dikutip Jumat (11/11/2022).
Baca Juga: 5 Strategi Bisnis agar Berkembang, Bukan Cuma Jualan Produk
Dia mengungkapkan, berbisnis untuk menjadi kaya adalah contoh niat bisnis yang salah. Bahkan, bisa jadi mengalami gangguan keimanan.
Sebab, kata dia, apa pun yang dipelajari dan dilakukan umat Islam pada akhirnya akan mendekatkan diri pada Allah SWT. Termasuk mengenalkan manusia itu sendiri pada hakikat kehidupan.
"Bila seperti ini (kebutuhan) dunianya akan tetap didapatkan. Apalagi Allah kalau sudah menetapkan sesuatu pada seorang hamba, dengan iman yang dimiliki itu akan diberikan."
Menurutnya, bisnis yang dibangun dengan tujuan membagikan nilai manfaat akan mendapatkan ridha Allah SWT. Termasuk sedekah untuk membahagiakan orangtua dan tetangga.
"Misi orang Islam harus begitu, sehingga apa yang didapatkan akan punya nilai manfaat," kata UAH sapaan akrabnya dalam potongan ceramahya dikutip Jumat (11/11/2022).
Baca Juga: 5 Strategi Bisnis agar Berkembang, Bukan Cuma Jualan Produk
Dia mengungkapkan, berbisnis untuk menjadi kaya adalah contoh niat bisnis yang salah. Bahkan, bisa jadi mengalami gangguan keimanan.
Sebab, kata dia, apa pun yang dipelajari dan dilakukan umat Islam pada akhirnya akan mendekatkan diri pada Allah SWT. Termasuk mengenalkan manusia itu sendiri pada hakikat kehidupan.
"Bila seperti ini (kebutuhan) dunianya akan tetap didapatkan. Apalagi Allah kalau sudah menetapkan sesuatu pada seorang hamba, dengan iman yang dimiliki itu akan diberikan."