Tata Cara Aqiqah ini Jangkau hingga Masyarakat Pedalaman
Andi Muhammad
Ahad, 13 November 2022 - 09:30 WIB
Tata Cara Aqiqah ini Jangkau hingga Masyarakat Pedalaman. Foto: Dok Laznas Dewan Dakwah.
Kelahiran buah hati yang telah dinanti merupakan anugrah yang luar biasa, menambah kesempurnaan dan kebahagiaan sebuah keluarga. Aqiqah menjadi salah satu tanda kesyukuran orang tua atas kelahiran buah hatinya.
Diriwayatkan Al-Hasan dari Samurah radiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” (HR Ahmad 2722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
Aqiqah menjadi sunnah Rasulullah SAW dan juga menjadi salah satu bentuk syukur dari orang tua di momen kelahiran buah hatinya. Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakad, dianjurkan untuk mereka yang mampu.
Baca Juga:Cek Harga Kambing Terbaru 2022, Ini Biaya Akikah Anak
Aqiqah ini dilaksanakan dengan memotong kambing; dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. Dari Siba’ bin Tsabit bahwa Muhammad bin Tsabit bin Siba’ mengabarkan kepadanya bahwa Ummu Kurz mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bertanya Rasulullah Saw tentang akikah. Rasulullah Saw lalu menjawab: “Dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Dan tidak ada masalah bagi kalian apakah kambing tersebut jantan atau betina.” (HR At-Tirmidzi)
Selain menyembelih hewan, aqiqah ini juga ditandai dengan memotong rambut Si Kecil sebagai harapan membuang kotoran juga mendoakan agar Si Kecil tumbuh sehat baik raganya juga akhlaknya.
Direktur Laznas Dewan Da'wah, Tjaturadi menuturkan, dalam pembagian daging aqiqah, tidak ada ketentuan khusus. Bisa dibagikan dalam bentuk potongan daging mentah maupun menjadi penganan yang sudah diolah.
Diriwayatkan Al-Hasan dari Samurah radiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” (HR Ahmad 2722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
Aqiqah menjadi sunnah Rasulullah SAW dan juga menjadi salah satu bentuk syukur dari orang tua di momen kelahiran buah hatinya. Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakad, dianjurkan untuk mereka yang mampu.
Baca Juga:Cek Harga Kambing Terbaru 2022, Ini Biaya Akikah Anak
Aqiqah ini dilaksanakan dengan memotong kambing; dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. Dari Siba’ bin Tsabit bahwa Muhammad bin Tsabit bin Siba’ mengabarkan kepadanya bahwa Ummu Kurz mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bertanya Rasulullah Saw tentang akikah. Rasulullah Saw lalu menjawab: “Dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Dan tidak ada masalah bagi kalian apakah kambing tersebut jantan atau betina.” (HR At-Tirmidzi)
Selain menyembelih hewan, aqiqah ini juga ditandai dengan memotong rambut Si Kecil sebagai harapan membuang kotoran juga mendoakan agar Si Kecil tumbuh sehat baik raganya juga akhlaknya.
Direktur Laznas Dewan Da'wah, Tjaturadi menuturkan, dalam pembagian daging aqiqah, tidak ada ketentuan khusus. Bisa dibagikan dalam bentuk potongan daging mentah maupun menjadi penganan yang sudah diolah.