LANGIT7.ID-Jakarta; - Pemerintah pusat dan daerah terus bergerak cepat menuntaskan pemulihan pascabencana bagi warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI, Suharyanto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Flores Timur, meninjau langsung lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Jumat (17/7/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memantau perkembangan pemulihan jangka panjang sekaligus berdialog secara kekeluargaan dengan warga setempat. Lewat ruang diskusi tersebut, Kepala BNPB mendengar langsung berbagai aspirasi serta keluhan warga yang berharap bisa segera pindah ke Hunian Tetap (Huntap).
Merespons keinginan warga, Wakil Bupati Flores Timur mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menetapkan tiga titik lokasi relokasi utama. Selain permukiman kolektif yang nantinya digarap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), pemerintah juga mendorong program Huntap mandiri yang dibangun di atas tanah milik warga sendiri.
Program Huntap mandiri ini awalnya hanya menyasar 12 Kepala Keluarga (KK), di mana 11 unit rumah di antaranya telah selesai dibangun. Sementara satu KK yang sempat terkendala administrasi lahan kini telah mengantongi persetujuan dan rumahnya akan segera didirikan.
Melihat keberhasilan skema ini, masyarakat mengusulkan tambahan 238 unit Huntap mandiri baru. Rencananya, pembangunan ratusan unit mandiri ini akan berjalan secara simultan bersamaan dengan proyek kompleks Huntap utama dari Kementerian PKP.
"Kami mengapresiasi solusi partisipatif dari pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Pembangunan 238 unit huntap mandiri ini akan segera dibangun, semoga bisa bersamaan dengan pembangunan dari Kementerian PKP, sehingga proses pemulihan warga terdampak erupsi bisa selesai lebih cepat dan efektif," ujar Suharyanto.
Di sela-sela dialog tersebut, Kepala BNPB juga memberikan perhatian khusus kepada aspek psikososial dengan membagikan bingkisan secara langsung kepada anak-anak yang tinggal di Huntara Desa Konga.
Pada hari yang sama, rombongan BNPB juga menyambangi Pos Pemantauan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Titehena, guna memantau aktivitas vulkanik terkini. Suharyanto menjelaskan bahwa aktivitas erupsi hingga saat ini terpantau masih berlangsung.
Berdasarkan laporan terkini dari petugas pos pantau, sempat terjadi guguran atau erupsi setinggi kurang lebih 800 meter dari kawah gunung. Mengingat kondisi vulkanik yang belum sepenuhnya stabil, Kepala BNPB mengimbau sekaligus melarang keras masyarakat maupun wisatawan untuk beraktivitas dalam radius bahaya, yakni 6 hingga 7 kilometer dari pusat kawah Gunungapi Lewotobi Laki-Laki.
(zhd)