Kebun Dakwah Muhammadiyah, Eduwisata Solusi Kelangkaan Pangan
Mahmuda attar hussein
Selasa, 15 November 2022 - 15:50 WIB
Kebun Dakwah Muhammadiyah, Eduwisata Solusi Kelangkaan Pangan. (Foto: Istimewa)
Muhammadiyah meresmikan kebun dakwah di daerah Kotagede Yogyakarta. Tempat ini berkonsep edukasi wisata sekaligus solusi atas kelangkaan pangan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, selain lahan bertani, kebun ini juga sebagai lokasi edukasi, lumbung pangan, pengolahan sampah, dan wisata yang terbuka untuk umum.
"Gerakan lingkungan hidup seperti ini baik untuk menghadapi dunia yang diprediksi mengalami kelangkaan pangan," kata Haedar dilansir laman Muhammadiyah, dikutip Senin (14/11/2022).
Baca Juga: Situ Gunung Sukabumi, Tempat Wisata Alam yang Asri
Apalagi, meski Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi pertanian serta produk-produk turunannya masih kalah saing ketimbang produk pertanian luar negeri.
Dia berpesan agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan sempit untuk menanam. Hal itu sebagai langkah untuk kemajuan pangan di Tanah Air.
"Kebun Dakwah ini juga sebagai tempat pengolahan sampah. Di negara kita, sampah masih menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan," katanya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, selain lahan bertani, kebun ini juga sebagai lokasi edukasi, lumbung pangan, pengolahan sampah, dan wisata yang terbuka untuk umum.
"Gerakan lingkungan hidup seperti ini baik untuk menghadapi dunia yang diprediksi mengalami kelangkaan pangan," kata Haedar dilansir laman Muhammadiyah, dikutip Senin (14/11/2022).
Baca Juga: Situ Gunung Sukabumi, Tempat Wisata Alam yang Asri
Apalagi, meski Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi pertanian serta produk-produk turunannya masih kalah saing ketimbang produk pertanian luar negeri.
Dia berpesan agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan sempit untuk menanam. Hal itu sebagai langkah untuk kemajuan pangan di Tanah Air.
"Kebun Dakwah ini juga sebagai tempat pengolahan sampah. Di negara kita, sampah masih menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan," katanya.
(bal)