Naungi Anak Terlantar, Pemerintah dan Tokoh Agama Harus Kerja Sama
Fajar adhitya
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:30 WIB
Ilustrasi anak terlantar yang wajib dipelihara pemerintah. Foto: Langit7.id/iStock
Besarnya data anak terlantar akibat pandemi Covid-19 yang masuk ke pemerintah lewat sejumlah kementerian perlu segera direspons. Pemerintah perlu menjemput bola agar masalah anak terlantar tidak menjadi ledakan sosial, terlebih mereka amanat Tuhan dan calon penerus bangsa.
Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra mengatakan, agar percepatan pendataan anak terlantar melibatkan tokoh dan organisasi keagamaan. Merekalah garda terdepan yang langsung berurusan dengan ummat selama pandemi.
Baca Juga:BNPB Bagikan 50 Ribu Masker di Pulau Dewata
"Meski data belum bisa mengungkap fakta kondisi anak, namun yang sebenarnya anak-anak kehilangan aktor atau figur pengasuhan telah dijangkau para tokoh lintas agama dan kepercayaan baik di pusat maupun daerah lewat rumah ibadah maupun amal usaha," kata Jasra dalam keterangan pers, Kamis (19/8/2021).
Menurutnya, kerjasama dengan tokoh lintas agama dan kepercayaan akan sangat baik bagi penanganan anak terlantar. Masalah negara yang belum memiliki sekolah orang tua bisa diatasi dengan rutinnya para tokoh lintas agama dan kepercayaan dalam pembimbingan ummat.
"Sekaligus mereka mendata lagi umatnya. Kerjasama pendataan akan sangat strategis bila melibatkan sejumlah ormas agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia," ucapnya.
Baca Juga:
Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra mengatakan, agar percepatan pendataan anak terlantar melibatkan tokoh dan organisasi keagamaan. Merekalah garda terdepan yang langsung berurusan dengan ummat selama pandemi.
Baca Juga:BNPB Bagikan 50 Ribu Masker di Pulau Dewata
"Meski data belum bisa mengungkap fakta kondisi anak, namun yang sebenarnya anak-anak kehilangan aktor atau figur pengasuhan telah dijangkau para tokoh lintas agama dan kepercayaan baik di pusat maupun daerah lewat rumah ibadah maupun amal usaha," kata Jasra dalam keterangan pers, Kamis (19/8/2021).
Menurutnya, kerjasama dengan tokoh lintas agama dan kepercayaan akan sangat baik bagi penanganan anak terlantar. Masalah negara yang belum memiliki sekolah orang tua bisa diatasi dengan rutinnya para tokoh lintas agama dan kepercayaan dalam pembimbingan ummat.
"Sekaligus mereka mendata lagi umatnya. Kerjasama pendataan akan sangat strategis bila melibatkan sejumlah ormas agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: