Kisah Nasser Jaber, Donasikan 6.000 Makanan Halal untuk Imigran di Amerika Serikat
Nursalam
Jum'at, 18 November 2022 - 20:31 WIB
Nasser Jaber (foto: thenationalnews)
Nasser Jaber tercatat sebagai warga palestina yang menetap di kota New York, Amerika Serikat.
Tahun 2012, Nasser Jabar masih bekerja dengan departemen luar negeri AS di Turki, Swedia, dan Maroko untuk memberikan solusi terhadap krisis pangan, keramahtamahan dan pertanian yang dialami oleh para pengungsi.
Dengan latar belakang tersebut, Jaber memutuskan untuk membuka restoran “The Migrant Kitchen” bersama seorang Chef yang sudah berpengalaman selama 20 tahun bernama Daniel Dorado.
Ia membuka restoran tersebut dengan tujuan untuk memberdayakan para pekerja imigran dan pengungsi.
Baca juga:Pateemoh Sadeeyamu Jadi Gubernur Muslimah Pertama di Thailand
“Saya di tahun yang sama (2019) telah membuka tiga cabang lainnya, di daerah Dumbo, Upper East Side dan Upper West Side. Hal ini dilakukan agar dapat mempercepat dan memastikan 6.000 makanan terkirim dengan baik ke setiap komunitas imigran dan pengungsi," ujarnya.
“Ini merupakan hal yang baik, namun disisi lain juga menakutkan. Saya harap kita bisa mewujudkan misi yang kami inginkan, yaitu bisa mendonasikan makanan," lanjut Nasser.
Tahun 2012, Nasser Jabar masih bekerja dengan departemen luar negeri AS di Turki, Swedia, dan Maroko untuk memberikan solusi terhadap krisis pangan, keramahtamahan dan pertanian yang dialami oleh para pengungsi.
Dengan latar belakang tersebut, Jaber memutuskan untuk membuka restoran “The Migrant Kitchen” bersama seorang Chef yang sudah berpengalaman selama 20 tahun bernama Daniel Dorado.
Ia membuka restoran tersebut dengan tujuan untuk memberdayakan para pekerja imigran dan pengungsi.
Baca juga:Pateemoh Sadeeyamu Jadi Gubernur Muslimah Pertama di Thailand
“Saya di tahun yang sama (2019) telah membuka tiga cabang lainnya, di daerah Dumbo, Upper East Side dan Upper West Side. Hal ini dilakukan agar dapat mempercepat dan memastikan 6.000 makanan terkirim dengan baik ke setiap komunitas imigran dan pengungsi," ujarnya.
“Ini merupakan hal yang baik, namun disisi lain juga menakutkan. Saya harap kita bisa mewujudkan misi yang kami inginkan, yaitu bisa mendonasikan makanan," lanjut Nasser.