Ragam Pakaian Adat Indonesia Warnai 17 Agustus di Roma
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:00 WIB
Sebanyak 100 peserta berpakaian nasional dan adat di Indonesia mengikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di KBRI Roma pada Selasa (17/8/2021).). Foto: Dok. KBRI di Roma
Sebanyak 100 peserta berpakaian nasional dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di KBRI Roma pada Selasa (17/08). Duta Besar Indonesia untuk Italia, Esti Andayani, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-76 itu.
Detik-detik proklamasi ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali, kemudian diikuti pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan teks Pancasila. Adapun komandan upacara kali ini adalah Kolonel (E) Wachyad, Atase Pertahanan KBRI Roma.
Baca Juga:Lahir Saat HUT ke-76 RI, Rusa di Muba Diberi Nama Dirgahayu
Setelah itu, tiga pemuka agama dari komunitas Islam, Kristen, dan Hindu secara bergiliran memanjatkan doa menyampaikan rasa syukur atas nikmat dan rahmat kemerdekaan Indonesia. Tak hanya itu, para pemuka agama tersebut juga mendoakan kesehatan dan keselamatan bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia dari pandemi Covid-19.
Upacara ditutup dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh 25 peserta aubade KBRI Roma yang terdiri dari anak-anak, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Roma dan suami dari para staf KBRI Roma. Mereka menyanyikan tiga lagu perjuangan, yaitu Hari Merdeka, Berkibarlah Benderaku dan Indonesia Pusaka.
Usai melakukan upacara bendera, Dubes RI Roma menyematkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 2 staff KBRI Roma. Penghargaan tersebut adalah Satyalancana Karya Satya XX tahun dan 2 staff ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Milan yang menerima Satyalancana Karya Satya X tahun.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, Dubes RI Roma melaksanakan tradisi "pengerukan tumpeng" dan menyerahkannya kepada Dubes RI Vatikan, perwakilan Paskibra, perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia), dan wakil masyarakat WNI/ Diaspora Indonesia.
Detik-detik proklamasi ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 17 kali, kemudian diikuti pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan teks Pancasila. Adapun komandan upacara kali ini adalah Kolonel (E) Wachyad, Atase Pertahanan KBRI Roma.
Baca Juga:Lahir Saat HUT ke-76 RI, Rusa di Muba Diberi Nama Dirgahayu
Setelah itu, tiga pemuka agama dari komunitas Islam, Kristen, dan Hindu secara bergiliran memanjatkan doa menyampaikan rasa syukur atas nikmat dan rahmat kemerdekaan Indonesia. Tak hanya itu, para pemuka agama tersebut juga mendoakan kesehatan dan keselamatan bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia dari pandemi Covid-19.
Upacara ditutup dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh 25 peserta aubade KBRI Roma yang terdiri dari anak-anak, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Roma dan suami dari para staf KBRI Roma. Mereka menyanyikan tiga lagu perjuangan, yaitu Hari Merdeka, Berkibarlah Benderaku dan Indonesia Pusaka.
Usai melakukan upacara bendera, Dubes RI Roma menyematkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 2 staff KBRI Roma. Penghargaan tersebut adalah Satyalancana Karya Satya XX tahun dan 2 staff ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Milan yang menerima Satyalancana Karya Satya X tahun.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, Dubes RI Roma melaksanakan tradisi "pengerukan tumpeng" dan menyerahkannya kepada Dubes RI Vatikan, perwakilan Paskibra, perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia), dan wakil masyarakat WNI/ Diaspora Indonesia.