Google Bakal PHK 10.000 Karyawan Berkinerja Buruk
Elvin andika
Kamis, 24 November 2022 - 16:40 WIB
Gedung Googleplex di kompleks kantor pusat perusahaan Google dan perusahaan induk Alphabet Inc. (Foto: Langit7.id/iStock)
Perusahaan induk Google, Alphabet, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan berkinerja buruk. Kebijakan ini seiring menurunnya pendapatan perusahaan selama kuartal III/2022.
Dilansir dari Independent, Kamis (24/11/2022), Alphabet menghadapi beberapa tantangan di tahun ini, mulai dari dampak pandemi hingga inflasi yang merajalela. Alphabet menunjukkan penurunan laba 27 persen pada kuartal III/2022 dibandingkan tahun lalu, dengan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan analisis sebelumnya.
"Jelas, kami menghadapi lingkungan makro yang menantang dengan lebih banyak ketidakpastian di masa depan. Saya pikir penting bahwa sebagai sebuah perusahaan, kita bekerja sama untuk melewati saat-saat seperti ini," kata kepala Google Sundar Pichai.
Baca Juga:Penjualan Turun 11 Persen, HP Bakal PHK 6.000 Karyawan
Oleh karena itu, Sundar mendesak karyawan untuk bekerja lebih keras lagi guna meningkatkan produktivitas. Adapun sistem manajemen kinerja baru perusahaan dapat membantu manajer memecat ribuan karyawannya yang berkinerja buruk mulai awal tahun depan.
Di bawah sistem baru, para manajer telah diminta untuk mengkategorikan 6 persen tenaga kerja Alphabet atau setara dengan sekitar 10.000 karyawan yang berkinerja buruk. Sistem ini juga dapat mengurangi jumlah insentif dan penghargaan saham yang diberikan kepada karyawan.
"Saya harap kalian semua membaca berita, secara eksternal. Fakta yang Anda tahu, kita menjadi sedikit lebih bertanggung jawab melalui salah satu kondisi ekonomi makro terberat yang sedang berlangsung dalam dekade terakhir," ujar Sundar.
Dilansir dari Independent, Kamis (24/11/2022), Alphabet menghadapi beberapa tantangan di tahun ini, mulai dari dampak pandemi hingga inflasi yang merajalela. Alphabet menunjukkan penurunan laba 27 persen pada kuartal III/2022 dibandingkan tahun lalu, dengan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan analisis sebelumnya.
"Jelas, kami menghadapi lingkungan makro yang menantang dengan lebih banyak ketidakpastian di masa depan. Saya pikir penting bahwa sebagai sebuah perusahaan, kita bekerja sama untuk melewati saat-saat seperti ini," kata kepala Google Sundar Pichai.
Baca Juga:Penjualan Turun 11 Persen, HP Bakal PHK 6.000 Karyawan
Oleh karena itu, Sundar mendesak karyawan untuk bekerja lebih keras lagi guna meningkatkan produktivitas. Adapun sistem manajemen kinerja baru perusahaan dapat membantu manajer memecat ribuan karyawannya yang berkinerja buruk mulai awal tahun depan.
Di bawah sistem baru, para manajer telah diminta untuk mengkategorikan 6 persen tenaga kerja Alphabet atau setara dengan sekitar 10.000 karyawan yang berkinerja buruk. Sistem ini juga dapat mengurangi jumlah insentif dan penghargaan saham yang diberikan kepada karyawan.
"Saya harap kalian semua membaca berita, secara eksternal. Fakta yang Anda tahu, kita menjadi sedikit lebih bertanggung jawab melalui salah satu kondisi ekonomi makro terberat yang sedang berlangsung dalam dekade terakhir," ujar Sundar.