Komunitas Media Online dan Jufi Dirikan Posko Bantuan di Cianjur
Andi Muhammad
Jum'at, 25 November 2022 - 17:00 WIB
Komunitas Media Online dan Jufi Dirikan Posko Bantuan di Cianjur. Foto: Rama Yudhistira.
Komunitas Media Online Indonesia (Komodo) dan Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) terjun langsung ke lokasi bencana gempa tektonik 5,6 skala richter di Cianjur, Jawa Barat dengan mendirikan posko bantuan. Posko pusat bantuan berlokasi tepatnya di Desa Cisarandi.
Ketua Komodo, Denis mengatakan, pendirian posko berlangsung selama empat hari dari Selasa (22/11/2022) dan rencananya akan berlangsung selama satu bulan guna membantu para warga yang terdampak. Program yang diadakan di antaranya dapur umum, layanan kesehatan, dan trauma healing.
"Kalau untuk dapur umum kita memberi bantuan berupa makanan sehari itu dua kali, pagi sore atau siang malam untuk sekitar 300 porsi. Kita distribusikan dari sini kepada warga dari empat RT (rukun tetangga)," kata Denis saat di wawancara Langit7.id, Jumat (25/11/2022).
Baca Juga:Ulama dan Asatidz Terjun Dampingi Pengungsi Gempa Cianjur
Denis mengungkapkan, kondisi dari warga sekitar yang terdampak cukup ironi, sebab mereka sangat trauma akibat gempa. Bahkan gempa susulan kerap terjadi dalam kurun waktu 30 menit sekali yang membuat kondisi psikis warga kian terganggu.
Karena itu, adanya program trauma healing merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi mereka yang mengidap trauma mendalam. Di sisi lain, guna menghilangkan rasa cemas berlebih sejumlah warga juga aktif membantu memasak di dapur umum.
Ketua Komodo, Denis mengatakan, pendirian posko berlangsung selama empat hari dari Selasa (22/11/2022) dan rencananya akan berlangsung selama satu bulan guna membantu para warga yang terdampak. Program yang diadakan di antaranya dapur umum, layanan kesehatan, dan trauma healing.
"Kalau untuk dapur umum kita memberi bantuan berupa makanan sehari itu dua kali, pagi sore atau siang malam untuk sekitar 300 porsi. Kita distribusikan dari sini kepada warga dari empat RT (rukun tetangga)," kata Denis saat di wawancara Langit7.id, Jumat (25/11/2022).
Baca Juga:Ulama dan Asatidz Terjun Dampingi Pengungsi Gempa Cianjur
Denis mengungkapkan, kondisi dari warga sekitar yang terdampak cukup ironi, sebab mereka sangat trauma akibat gempa. Bahkan gempa susulan kerap terjadi dalam kurun waktu 30 menit sekali yang membuat kondisi psikis warga kian terganggu.
Karena itu, adanya program trauma healing merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi mereka yang mengidap trauma mendalam. Di sisi lain, guna menghilangkan rasa cemas berlebih sejumlah warga juga aktif membantu memasak di dapur umum.