Masjid Cheng Ho Surabaya Kombinasikan Corak Tionghoa dan Jawa
Andi Muhammad
Kamis, 01 Desember 2022 - 23:00 WIB
Masjid Cheng Ho Surabaya Kombinasikan Corak Tionghoa dan Jawa. Foto: Istimewa.
Ada sebuah masjid yang memiliki desain unik dengan mengusung konsep bangunan khas Tionghoa. Yaitu Masjid Cheng Ho berlokasi di Jalan Gading Nomor 2, Ketabang, Surabaya, Jawa Timur.
Arsitekturnya terinsipirasi dari Masjid Niu Jie di Beijing. Adapun sedikit paduan Nusantara yang terletak pada bagian tembok dengan nuansa Jawa.
Melansir Khazanah Masjid, ada keunikan lainnya dari sarana ibadah umat muslim ini. Yakni dengan hiasan aksara Tionghoa pada bagian langit-langit. Masjid ini pun berbentuk persegi delapan yang menyerupai sarang laba-laba.
Baca Juga:Populasi Muslim di Inggris dan Wales Terus Meningkat
Unsur sarang laba-laba tersebut memiliki makna hewan yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran kaum Quraish. Lima buah anak tangga di serambi masjid menyimpan makna rukun Islam yang juga berjumlah lima.
Peletakan batu pertama pada 15 Oktober 2001 yang berbarengan dengan Isra' Mi'raj menjadi cikal bakal pendirian masjid khas Tionghoa ini. Proses pembangunan dimulai pada 10 Maret 2002, hingga akhirnya diresmikan pada 13 Oktober 2002.
Penamaan Masjid Cheng Ho diambil sebagai penghormatan Laksamana asal Tionghoa yang beragama Islam, Cheng Ho. Beliau merupakan orang asli Tionghoa yang menempuh perjalanan ke tanah Jawa. Sekaligus salah satu sosok yang berjasa dalam penyebaran islam di tanah Jawa.
Arsitekturnya terinsipirasi dari Masjid Niu Jie di Beijing. Adapun sedikit paduan Nusantara yang terletak pada bagian tembok dengan nuansa Jawa.
Melansir Khazanah Masjid, ada keunikan lainnya dari sarana ibadah umat muslim ini. Yakni dengan hiasan aksara Tionghoa pada bagian langit-langit. Masjid ini pun berbentuk persegi delapan yang menyerupai sarang laba-laba.
Baca Juga:Populasi Muslim di Inggris dan Wales Terus Meningkat
Unsur sarang laba-laba tersebut memiliki makna hewan yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran kaum Quraish. Lima buah anak tangga di serambi masjid menyimpan makna rukun Islam yang juga berjumlah lima.
Peletakan batu pertama pada 15 Oktober 2001 yang berbarengan dengan Isra' Mi'raj menjadi cikal bakal pendirian masjid khas Tionghoa ini. Proses pembangunan dimulai pada 10 Maret 2002, hingga akhirnya diresmikan pada 13 Oktober 2002.
Penamaan Masjid Cheng Ho diambil sebagai penghormatan Laksamana asal Tionghoa yang beragama Islam, Cheng Ho. Beliau merupakan orang asli Tionghoa yang menempuh perjalanan ke tanah Jawa. Sekaligus salah satu sosok yang berjasa dalam penyebaran islam di tanah Jawa.