Facebook Rilis Fitur Hapus Cepat untuk Pengguna Afghanistan
Ajeng ritzki
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 20:04 WIB
Facebook Foto: Pixabay
Facebook sepertinya memahami potensi situasi gawat yang akan dihadapi warga Afghanistan setelah ibu kota Kabul dicaplok Taliban. Raksasa media sosial itu merilis fitur kendali baru untuk orang-orang Afghanistan.
Fitur itu memungkinkan warga Afghanistan menghapus jejak digital mengingat ponsel atau komputer mereka rawan disita Talibat dan jadi alasan melakukan kekerasan.
WhatsApp, aplikasi chatting populer di Afghanistan digunakan Taliban dalam beberapa hari terakhir untuk menyebarkan berita tentang pengepungan Kabul pada Ahad (15/8). Aplikasi itu dimiliki oleh Facebook.
Baca Juga
Dilansir dari NBC News, Jumat (20/8), di antara fitur keamanan baru yang dirilis Facebook untuk pengguna Afghanistan adalah alat sekali klik yang memungkinkan orang mengunci akun mereka dengan cepat. Cara ini mencegah orang yang belum berteman mengunduh gambar profil pengguna atau melihat postingan mereka, menurut Nathaniel Gleicher, kepala keamanan Facebook.
Sementara Instagram, yang juga dimiliki Facebook, menawarkan pesan pop up baru untuk memperingatkan pengguna tentang cara mengamankan akun mereka.
“Selama sepekan terakhir, tim kami telah bekerja sepanjang waktu untuk melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga orang tetap aman,” kata Gleicher di Twitter.
Fitur itu memungkinkan warga Afghanistan menghapus jejak digital mengingat ponsel atau komputer mereka rawan disita Talibat dan jadi alasan melakukan kekerasan.
WhatsApp, aplikasi chatting populer di Afghanistan digunakan Taliban dalam beberapa hari terakhir untuk menyebarkan berita tentang pengepungan Kabul pada Ahad (15/8). Aplikasi itu dimiliki oleh Facebook.
Baca Juga
Dilansir dari NBC News, Jumat (20/8), di antara fitur keamanan baru yang dirilis Facebook untuk pengguna Afghanistan adalah alat sekali klik yang memungkinkan orang mengunci akun mereka dengan cepat. Cara ini mencegah orang yang belum berteman mengunduh gambar profil pengguna atau melihat postingan mereka, menurut Nathaniel Gleicher, kepala keamanan Facebook.
Sementara Instagram, yang juga dimiliki Facebook, menawarkan pesan pop up baru untuk memperingatkan pengguna tentang cara mengamankan akun mereka.
“Selama sepekan terakhir, tim kami telah bekerja sepanjang waktu untuk melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga orang tetap aman,” kata Gleicher di Twitter.