Taliban Meminta Warga Tidak Meninggalkan Afghanistan
Ajeng ritzki
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 20:36 WIB
Sejumlah warga Afghanistan yang mencoba meninggalkan negaranya setelah Taliban merebut kabul dan berkuasa di sana. Foto: Ist
Taliban mengeluarkan pedoman khutbah selama pelaksanaan ibadah sholat Jumat yang untuk pertama kali akan diselenggarakan di bawah kepemimpinan kelompok itu di Afghanistan pada Jumat (20/7).
Afghanistan menyelenggarakan shalat Jumat untuk pertama kali dibawah kepimpinan kelompok Taliban. Dalam kesempatan tersebut, Taliban mengeluarkan pedoman khotbah.
Taliban meminta warga tak meninggalkan Afghanistan selama pelaksanaan khutbah Jumat. Seperti banyak diberitakan sejak Taliban mengambil alih negara akhir pekan lalu, banyak orang berusaha melarikan diri dari negara Asia Selatan itu karena kekhawatiran atas kepemimpinan kelompok tersebut.
Taliban, seperti dilansir The News, menginstruksikan para imam dan khatib masjid di seluruh Afghanistan untuk mendesak warga agar selama khutbah Jumat tidak meninggalkan Afghanistan. Mereka diminta tetap melakukan kegiatan ibadah sesuai ajaran Islam.
Taliban juga mendesak para imam menyerukan agar orang-orang di Afghanistan bersatu menuju sistem pemerintahan Islam dan persatuan nasional. Kelompok itu juga meminta warga di bandara di Ibu Kota Kabul yang mencoba melarikan diri untuk kembali.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (19/8), Taliban mendesak warga Afghanistan yang berkerumun dan menunggu di luar bandara Kabul untuk pulang. Kelompok itu menegaskan tidak akan melukai siapa pun, meski sehari sebelumnya ada anggota mereka yang menembak para pengunjuk rasa, membuat setidaknya tiga orang tewas.
Sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS) hingga saat ini masih mengevakuasi warga mereka. Meski Kabul relatif dalam kondisi cukup tenang sejak Taliban menguasai Ibu Kota pada akhir pekan lalu, bandara di sana tetap dalam kekacauan karena banyaknya orang yang tetap ingin melarikan diri dari Afghanistan.
Afghanistan menyelenggarakan shalat Jumat untuk pertama kali dibawah kepimpinan kelompok Taliban. Dalam kesempatan tersebut, Taliban mengeluarkan pedoman khotbah.
Taliban meminta warga tak meninggalkan Afghanistan selama pelaksanaan khutbah Jumat. Seperti banyak diberitakan sejak Taliban mengambil alih negara akhir pekan lalu, banyak orang berusaha melarikan diri dari negara Asia Selatan itu karena kekhawatiran atas kepemimpinan kelompok tersebut.
Taliban, seperti dilansir The News, menginstruksikan para imam dan khatib masjid di seluruh Afghanistan untuk mendesak warga agar selama khutbah Jumat tidak meninggalkan Afghanistan. Mereka diminta tetap melakukan kegiatan ibadah sesuai ajaran Islam.
Taliban juga mendesak para imam menyerukan agar orang-orang di Afghanistan bersatu menuju sistem pemerintahan Islam dan persatuan nasional. Kelompok itu juga meminta warga di bandara di Ibu Kota Kabul yang mencoba melarikan diri untuk kembali.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (19/8), Taliban mendesak warga Afghanistan yang berkerumun dan menunggu di luar bandara Kabul untuk pulang. Kelompok itu menegaskan tidak akan melukai siapa pun, meski sehari sebelumnya ada anggota mereka yang menembak para pengunjuk rasa, membuat setidaknya tiga orang tewas.
Sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS) hingga saat ini masih mengevakuasi warga mereka. Meski Kabul relatif dalam kondisi cukup tenang sejak Taliban menguasai Ibu Kota pada akhir pekan lalu, bandara di sana tetap dalam kekacauan karena banyaknya orang yang tetap ingin melarikan diri dari Afghanistan.