home masjid

Masjid Agung Banten: Persilangan Arsitektur Jawa, China, dan Belanda

Sabtu, 16 April 2022 - 03:40 WIB
Masjid Agung Banten. Foto: Dok. Simas Kemenag
Masjid Agung Banten merupakan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Banten yang kini menjadi destinasi para wisatawan. Masjid legendaris itu dirancang oleh tiga arsitek yakni Raden Sepat dari Majapahit, Tjek Ban Tjut dari China, serta Hendrik Lucaz Cardeel dari Belanda. Ban Tjut diberi gelar Pangeran Adiguna, sementara Cardeel mendapat sebutan Pangeran Wiraguna dari Kesultanan Banten.

Masjid ini berada di wilayah Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Bangunan masjid itu berbatasan dengan perkampungan di sebelah utara, barat, dan selatan, alun-alun di sebelah timur, dan benteng keraton di tengah.

Para wisatawan bisa dengan mudah mengakses lokasi bangunan yang sarat nilai sejarah tersebut. Akses ke lokasi bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Dari Terminal Pakupatan, Serang wisatawan bisa menggunakan bis jurusan Banten Lama atau menyewa mobil angkutan umum menuju lokasi. Perjalanan bisa ditempuh kurang lebih setengah jam.

Masjid yang bergaya gaya arsitektur China, Hindu, Eropa, dan Jawa itu berdiri megah di atas tanah 1,3 hektar dan dikelilingi tembok dengan ketinggian satu meter. Menara masjid itu juga cukup unik, karena mirip dengan mercusuar dan terletak di sebelah timur masjid.

Mengutip laman resmi Pemprov Banten, salah satu khas masjid itu adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Saat memasuki kawasan kompleks masjid, wisatawan bisa berziarah ke makam sultan-sultan Banten serta keluarganya. Di antaranya makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Di sisi selatan bangunan inti masjid terdapat paviliun tambahan. Paviliun dua lantai itu bernama Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan itu dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid masjid tertua masjid agung banten menara masjid sejarah masjid
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya