Erupsi Gunung Semeru, Potensi Penyakit dan Cara Pencegahannya
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 05 Desember 2022 - 12:23 WIB
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Ahad, 4 Desember 2022. Foto: Langit7/iStock.
Gunung Semeru di Jawa Timur,erupsi pada Ahad (4/12/2022) sekira pukul 02.46 WIB. Erupsi atau letusan vulkanik di gunung yang terletak di antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu disertai dengan aktivitas gempa dan Awan Panas Guguran (APG).
Kondisi tersebut berpotensi pada munculnya gangguan kesehatan atau penyakit tertentu ke masyarakat yang terdampak.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan terdapat enam penyakit yang harus diwaspadai akibat letusan gunung berapi.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Doa Mohon Keselamatan di Bacaan Dzikir Pagi
Adapun penyakit tersebut, di antaranya: Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Infeksi Saluran Pernafasan Bawah (pneumonia dan bronkhitis), alergi radang atau iritasi pada mata, alergi infeksi atau iritasi pada kulit, gangguan saluran pencernaan, dan perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stress atau lalai makan obat.
"Secara umum, dampak letusan gunung berapi adalah debu vulkanik dan gas yang bisa mengakibatkan iritasi pada kulit, mata dan saluran pernafasan," ujar Prof Tjandra dikutip dari Kemenkes, Senin (5/12/2022).
Selain membeberkan penyakit akibat erupsi gunung, Prof. Tjandra juga memberikan tujuh langkah pencegahan yang perlu diketahui masyarakat untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, sebagai berikut.
Kondisi tersebut berpotensi pada munculnya gangguan kesehatan atau penyakit tertentu ke masyarakat yang terdampak.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan terdapat enam penyakit yang harus diwaspadai akibat letusan gunung berapi.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Doa Mohon Keselamatan di Bacaan Dzikir Pagi
Adapun penyakit tersebut, di antaranya: Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Infeksi Saluran Pernafasan Bawah (pneumonia dan bronkhitis), alergi radang atau iritasi pada mata, alergi infeksi atau iritasi pada kulit, gangguan saluran pencernaan, dan perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stress atau lalai makan obat.
"Secara umum, dampak letusan gunung berapi adalah debu vulkanik dan gas yang bisa mengakibatkan iritasi pada kulit, mata dan saluran pernafasan," ujar Prof Tjandra dikutip dari Kemenkes, Senin (5/12/2022).
Selain membeberkan penyakit akibat erupsi gunung, Prof. Tjandra juga memberikan tujuh langkah pencegahan yang perlu diketahui masyarakat untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, sebagai berikut.