Muhammadiyah Minta Umat Islam Sikapi Proporsional Kemenangan Taliban
Redaksi
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 14:00 WIB
Ilustrasi Taliban (foto: Deutsch Welle)
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Fathurrahman Kamal, Lc, M.Si mengingatkan agar umat Islam di Indonesia bersikap proporsional atas kemenangan Taliban di Afghanistan.
"Dinamika politik atau kemenangan Taliban perlu disikapi secara proporsional dan sewajarnya saja," kata Fathurrahman melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (21/8/2021).
Pihaknya mengkhawatirkan jika ada euforia atau kegaduhan umat Islam atas kemenangan Taliban, bisa dikapitalisasi oleh kelompok Islamophobia tertentu untuk menyudutkan umat Islam.
"Baik untuk melakukan framing tertentu kepada aktivis dakwah, maupun meletakkan kaum muslimin pada posisi biner dengan ke-Indonesiaan," ujar Fathurrahman.
Fathurrahman mengendus terdapat agenda setting untuk menyudutkan umat Islam seiring dengan stigma negatif atas Taliban di Indonesia.
"Dan ujungnya ragam siasat telah disetting sedemikian rupa, tentu juga dengan sokongan media digital, lagi-lagi umat Islam dan para aktivisnya digiring untuk gaduh sesaat," ungkapnya.Menurutnya umat Islam tidak perlu bersikap berlebihan atas kemenangan Taliban dan lebih baik fokus menghadapi persoalan umat dan kebangsaan yang lebih strategis.
Diketahui, dalam sepekan terakhir Taliban kembali jadi perbincangan di dunia setelah berhasil mengambil alih Ibukota Afghanistan Kabul termasuk juga menguasai istana kepresidenan. Sementara Presiden Afghanistan melarikan diri dari Kabul ke Uni Emirat Arab.
"Dinamika politik atau kemenangan Taliban perlu disikapi secara proporsional dan sewajarnya saja," kata Fathurrahman melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (21/8/2021).
Pihaknya mengkhawatirkan jika ada euforia atau kegaduhan umat Islam atas kemenangan Taliban, bisa dikapitalisasi oleh kelompok Islamophobia tertentu untuk menyudutkan umat Islam.
"Baik untuk melakukan framing tertentu kepada aktivis dakwah, maupun meletakkan kaum muslimin pada posisi biner dengan ke-Indonesiaan," ujar Fathurrahman.
Fathurrahman mengendus terdapat agenda setting untuk menyudutkan umat Islam seiring dengan stigma negatif atas Taliban di Indonesia.
"Dan ujungnya ragam siasat telah disetting sedemikian rupa, tentu juga dengan sokongan media digital, lagi-lagi umat Islam dan para aktivisnya digiring untuk gaduh sesaat," ungkapnya.Menurutnya umat Islam tidak perlu bersikap berlebihan atas kemenangan Taliban dan lebih baik fokus menghadapi persoalan umat dan kebangsaan yang lebih strategis.
Diketahui, dalam sepekan terakhir Taliban kembali jadi perbincangan di dunia setelah berhasil mengambil alih Ibukota Afghanistan Kabul termasuk juga menguasai istana kepresidenan. Sementara Presiden Afghanistan melarikan diri dari Kabul ke Uni Emirat Arab.
(jqf)