Muslim Perlu Tampilkan Identitas Islam dalam Kehidupan Sehari-hari
Muhajirin
Kamis, 08 Desember 2022 - 17:28 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ahli ushul fikih dan pengajar di Madrasah Tinkert, Maroko, Syaikh Maulud As-Sariri, meminta setiap muslim bangga menampilkan identitas dan atribut keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Itu bisa menjadi ladang ibadah sekaligus ladang dakwah.
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Demikianlah. Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari hati yang bertakwa". (QS. Al-Hajj: 32).
Menurut Syaikh Maulud, syiar-syiar Islam harus ditampakkan, sehingga mampu memberikan cahaya dan perbaikan dalam kehidupan manusia secara umum.
Baca Juga:Zuhud ala Sadio Mane, Gemar Sedekah dan Tak Mau Hidup Mewah
“Penampilan Islam harus ditampilkan dalam realita kehidupan. Karena dalam masalah ini dua sisi. Pertama, sisi memperlihatkan dan menampakkan. Kedua, sisi perbuatan,” kata Syaikh Maulud di kanal الشيخ مولود السريري, Kamis (8/12/2022).
Syaikh Maulud menjelaskan, seorang muslim yang bertujuan menampilkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, itu bisa bernilai ibadah. Pun demikian jika menjadikan ajaran Islam itu sebagai gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari.
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Demikianlah. Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari hati yang bertakwa". (QS. Al-Hajj: 32).
Menurut Syaikh Maulud, syiar-syiar Islam harus ditampakkan, sehingga mampu memberikan cahaya dan perbaikan dalam kehidupan manusia secara umum.
Baca Juga:Zuhud ala Sadio Mane, Gemar Sedekah dan Tak Mau Hidup Mewah
“Penampilan Islam harus ditampilkan dalam realita kehidupan. Karena dalam masalah ini dua sisi. Pertama, sisi memperlihatkan dan menampakkan. Kedua, sisi perbuatan,” kata Syaikh Maulud di kanal الشيخ مولود السريري, Kamis (8/12/2022).
Syaikh Maulud menjelaskan, seorang muslim yang bertujuan menampilkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, itu bisa bernilai ibadah. Pun demikian jika menjadikan ajaran Islam itu sebagai gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari.