Aktivis Muslimah, Ustazah Wiwing Noraeni, mengajak umat muslim untuk menerapkan nilai-nilai kesederhanaan dalam ajaran Islam karena, masyarakat saat ini menerapkan gaya hidup flexing yang banyak ditemui di media sosial.
Gaya Hidup Halal merupakan pilihan gaya hidup bagi umat muslim dan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan keberkahan. Gaya Hidup Halal merujuk pada cara hidup yang mengikuti ajaran Islam dan menghindari segala hal yang diharamkan dan tidak diperbolehkan dalam Islam.
Menjalani hidup sehat dan berkah merupakan impian banyak orang. namun, tahukan Anda bahwa kunci untuk hidup sehat dan berkah bisa ditemukan dalam ajaran Islam?
Bagi seorang muslim, gaya hidup setiap orang telah diatur oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Al-Quran dan Sunnah menjadi penuntun paling tepat untuk mencapai Kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.
Praktisi pendidikan dan pengajar di Quran Center Ageung Suriabagja mengatakan salah satu penyebab mental illness dalam Islam yakni ketika akal dan ruh tidak bisa mengendalikan nafsu.
Pendakwah Buya Yahya mengatakan, jujur tak hanya berupa perkataan saja, namun juga tindakan. Dengan bersifat demikian, umat muslim akan terhindar dari berbagai macam keburukan.
Perayaan tahun baru masehi dilakukan oleh mayoritas masyarakat seluruh dunia. Di malam hari jelang pergantian tahun, biasanya orang-orang berkumpul untuk melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan bersama-sama. Umat Islam boleh mengikutinya asal mematuhi kaidah berikut.
Setiap 31 Desember masyarakat biasanya berkumpul untuk menghitung mundur pergantian tahun. Tak jarang malam pergantian tahun marak dengan hal mubazir hingga haram. Lalu, bagaimana seharusnya aktivitas seorang muslim di malam pergantian tahun baru?
Kaum muslimin bisa mencontoh Nabi Musa AS dalam mencari jodoh. Beliau meminta kepada Allah SWT yang terbaik dalam setiap urusannya, termasuk pasangan hidup.
Ciri muslim yang baik dapat dilihat dari kebiasaannya datang ke masjid. Hal yang dianggap sederhana ini menunjukkan komitmen mereka untuk urusan besar.
Dalam prinsip konsumsi, Islam mengajarkan umatnya untuk berperilaku sederhana atau tidak berlebihan. Artinya Islam melarang hidup boros dan bermewah-mewahan sehingga harta terbuang tanpa banyak yang disedekahkan.