LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi seorang muslim,
gaya hidup setiap orang telah diatur oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Al Quran dan Sunnah menjadi penuntun paling tepat untuk mencapai Kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.
Dalam pandangan Islam, gaya hidup dikelompokkan menjadi dua golongan. Pertama, gaya hidup jahiliyah. Landasan gaya hidup ini relatif dan bersifat relatif dan rapuh penuh dengan nuansa kesyirikan.
Kedua, gaya hidup Islam yang mempunyai landasan mutlak dan kuat, yaitu tauhid. Setiap muslim harus memiliki gaya hidup yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Baca Juga: Khasiat Mengonsumsi Black Garlic bagi Kesehatan TubuhBerikut ini beberapa prinsip gaya hidup Islami yang diridhai oleh Allah Ta’ala:
1. Berniat untuk IbadahBagi seorang muslim, segala aktivitas di dunia harus diniatkan untuk ibadah. Ibadah tidak hanya mencakup ritual di masjid saja, tetapi segala sendi kehidupan asal diniatkan akan bernilai ibadah. Dari Umar bin Khattab, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (tidak memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari No.1, Muslim No.1907).
Baca Juga:Sering Tumpuk Emosi jadi Biang Kerok Munculnya Penyakit Kronis2. Baik dan PantasTingkah laku dan gaya hidup seorang muslim harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas yang berarti harus sesuai dengan syariat Islam. Allah ta’ala berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 119:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Maidah: 119)
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (QS. Al-Insyiqaq: 6)
Baca Juga: Calon Ibu Perlu Tahu Cara Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan3. Halal dan ThayibSegala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal dan
thayyib secara hukum Islam atau tidak akan merugikan dan menyakiti orang lain.
Misalnya dalam hal gaya hidup tentang pola makan. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk selektif terhadap makanan yang dimakan. Makanan itu harus memenuhi syarat halal dan
thayyib (baik).
Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yakni halal cara memperolehnya dan halal prosesnya (barangnya).
Thayyib berkaitan dengan duniawi, baik atau tidaknya kemudian bermanfaat bagi kesehatan atas makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga: Selain Jennie BLACKPINK, 7 Pesohor Dunia Ini Berhijab di Masjid Sheikh Zayed“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah setan.” (QS Al Baqarah: 168)
4. Tidak berlebihanGaya hidup Islami melarang seseorang untuk bersikap berlebihan. Itu karena hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Allah tidak menyukai oprang-orang yang gemar mubazir.
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
5. Sederhana tapi BerkelasPola hidup sederhana harus dibudayakan. Tetapi, sederhana bukan berarti berantakan dan terlihat kusut. Sederhana dalam pandangan Islam tampil sesuai syariat Islam, enak dipandang mata dan membuat senang orang yang melihatnya.
Baca Juga: Jennie Blackpink Berhijab, Umay Shahab: Ukhti Udah Ikut Kajian?Sederhana adalah suatu keindahan, karena mereka akan mudah melepaskan diri dari kesombongan dan lebih mudah merasakan penderitaan orang lain. Sederhana merupakan buah dari kekuatan mengendalikan keinginan.
Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat sederhana. Meskipun memiliki harta yang banyak, tetapi semua itu digunakan untuk menyebarkan risalah Islam kepada seluruh umat manusia.
6. Menolak Riba dan Kesadaran Ekonomi SyariahPenulis buku
Marketing to the Middle-Class Muslim, Yuswohady, menjelaskan, salah satu gaya hidup seorang muslim adalah menolak riba.
Baca Juga: Presiden Jokowi Kepincut Sepatu Kets Tenun Khas BaliBanyak produk dan layanan yang menyematkan label syariah. Contoh sederhana, masyarakat muslim mulai selektif ketika mengetahui produk dan layanan perbankan dan memilih yang tanpa riba.
Selain itu, muncul gerakan ekonomi umat yang dikelola dengan prinsip syariah. Misalnya, tersedia minimarket beserta jaringannya yang dikelola dengan sistem ekonomi Islam.
7. Menolak Pacaran, Membudayakan Ta’arufIslam sudah jelas melarang pancaran, sebab dinilai sebagai salah satu jalan menuju zina. Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina: (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’: 32)
Baca Juga:
5 Jenis Makanan dan Minuman Ini Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan TubuhTetapi, kabar baiknya, Yuswohady mengungkapkan, budaya taaruf makin marak di tengah masyarakat. Di era digital, konsep taaruf pun berkembang dari
offline ke
online. Muncul aplikasi yang menawarkan taaruf untuk sesama muslim dengan cara-cara Islami.
Misalnya, pria dan wanita tidak perlu bertatap muka apalagi pergi berduaan, karena ada perantara yang menghubungkan mereka.
(jqf)