LANGIT7.ID, Jakarta - Gaya Hidup
Halal merupakan pilihan gaya hidup bagi umat muslim dan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan keberkahan. Gaya Hidup Halal merujuk pada cara hidup yang mengikuti ajaran Islam dan menghindari segala hal yang diharamkan dan tidak diperbolehkan dalam Islam.
Hal tersebut mencakup banyak aspek kehidupan seperti makanan dan minuman, pakaian, serta kosmetik. Tidak hanya tiga aspek tersebut, halal
lifestyle juga meliputi perilaku seorang muslim, sehingga tidak hanya berkutat pada tampilan luar saja.
Berikut gaya hidup halal bagi setiap muslim:
Baca Juga: MUI Akhirnya Nyatakan Mixue Halal1. Makan dan MinumanDalam hal makanan, gaya hidup halal mengharuskan konsumsi makanan yang halal dan
thoyyib (baik dan berish). Makanan yang dianggap haram dalam Islam seperti babi, daging yang tidak disembelih dengan cara yang benar, dan minuman keras harus dihindari.
Selain itu, dalam hal minuman, gaya hidup halal mengharuskan konsumsi minuman yang tidak mengandung alkohol. Haram tak sekadar zat-nya saja, tetapi juga diukur dari cara mendapatkan makanan dan minuman tersebut. Seorang muslim diharamkan mengonsumsi makanan yang didapat dengan cara haram seperti mencuri, merampas, dan korupsi.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Baca Juga: MUI Akhirnya Nyatakan Mixue Halal“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168)
2. PakaianDalam hal pakaian, gaya hidup halal mengharuskan penggunaan pakaian yang sopan dan menutup aurat. Bagi wanita, hal ini berarti menutup kepala dan mengenakan pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. Bagi pria, hal ini berarti mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat.
يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Baca Juga: Jenis-Jenis Ciuman Halal dalam Islam, Jomblo pun Boleh“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi, pakaian takwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.” (QS Al-A’raf: 26)
3. KosmetikDalam hal kosmetik, gaya hidup halal mengharuskan penggunaan kosmetik yang tidak mengandung bahan-bahan yang dianggap haram seperti babi atau alkohol. Produk-produk kosmetik yang mengandung bahan-bahan halal dan diproduksi secara halal menjadi pilihan bagi mereka yang mengikuti gaya hidup halal.
Dalam hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah membuat fatwa No.26/2013 tentang Standar Kehalalan Produk Kosmetik dan Penggunaannya. Dalam fatwa itu disebutkan, penggunaan kosmetik untuk kepentingan berhias boleh dengan syarat barang yang digunakan halal dan suci, tidak berbahaya, dan ditujukan untuk kepentingan yang diperbolehkan secara syar’i.
Baca Juga: Hukum Nonton Piala Dunia 2022 Mubah dan Halal, Ini 5 AlasannyaPenggunaan kosmetik dalam atau yang masuk ke dalam tubuh dengan bahan yang haram dan najis hukumnya haram. Sedangkan, penggunaan kosmetik luar dengan bahan najis selain babi diperbolehkan dengan syarat disucikan terlebih dahulu.
MUI mengeluarkan delapan keputusan hukum terkait kosmetik dan penggunaannya. Dengan keputusan itu, MUI berharap bisa dijadikan pedoman bagi masyarakat.
4. PerilakuDalam perilaku, gaya hidup halal mendorong perilaku yang baik dan menghindari perilaku yang dianggap haram dalam Islam seperti berbohong, mencuri, atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Baca Juga: Kriteria Makanan Halal dan Thayyib Menurut Al-Qur'an dan Ilmu GiziGaya hidup halal juga mendorong melakukan perbuatan baik seperti bersedekah dan membantu orang lain. Hal terpenting, seorang muslim harus menjunjung ahlak karimah dalam kehidupan sehari-hari. Itu sejalan dengan misi Rasulullah diutus di muka bumi.
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS Al-Qalam: 4).
(jqf)