Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home global news detail berita

Hukum Nonton Piala Dunia 2022 Mubah dan Halal, Ini 5 Alasannya

mahmuda attar hussein Senin, 12 Desember 2022 - 08:30 WIB
Hukum Nonton Piala Dunia 2022 Mubah dan Halal, Ini 5 Alasannya
Hukum Nonton Piala Dunia 2022 Mubah dan Halal. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum menonton Piala Dunia 2022 adalah mubah dan halal. Setidaknya ada 5 hal yang menjadi alasan diperbolehkannya kaum muslimin menonton sepak bola.

Ustadz Oni Sahroni mengatakan, menonton kompetisi sepak bola, Piala Dunia 2022 melalui siaran digital adalah mubah atau boleh. Bahkan tergolong halal selama menunaikan adab-adab yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam kajian online Konsultasi Muamalah Daily: Menonton Piala Dunia, berikut 5 penjelasannya:

Baca Juga: Umat Islam Diminta Jauhi Judi saat Momentum Piala Dunia 2022

1. Aisyah Pernah Menonton Pertandingan

Menonton pertandingan sepak bola mubah dan halal. Salah satu alasannya karena Aisyah ra dan Rasulullah SAW pernah menonton sebuah pertandingan.

"Sehingga secara prinsip menonton pertandingan adalah mubah dan halal. Hal itu digambarkan oleh kemesraan antara Rasulullah dan Aisyah ra yang pernah menyaksikan pertandingan bersama," katanya.

Bahkan, lanjut dia, Aisyah digambarkan merasa puas dan rehat saat menonton sebuah pertandingan bersama Rasulullah SAW.

2. Fisik

Secara umum berolahraga dengan seluruh dinamikanya merupakan hal terbaik sebagai bentuk melatih fisik. Apalagi menjaga kebugaran tubuh juga merupakan tuntunan syariah, agar memiliki fisik dan kalbu yang kuat.

"Memiliki fisik yang kuat dan kokoh pasti lebih baik dibandingkan mereka dengan fisik yang lemah. Karena apapun kebaikan dan kesalihannya akan sulit ditunaikan dengan fisik yang rapuh," jelasnya.

Ahli Fikih Muamalah ini menambahkan, fisik kuat menjadi hal utama yang mesti dimiliki kaum muslimin. Dengan begitu niat untuk menyampaikan kebaikan bisa tersalurkan dengan baik.

"Olahraga seperti sepak bola bisa kita manfaatkan, sehingga maintenance fisik bisa diwujudkan untuk tujuan menebar kebaikan," katanya.

3. Mental

Olahraga seperti sepak bola juga bisa melatih mental. Artinya banyak manfaat yang dirasakan tubuh dari olahraga sepak bola.

"Namun yang perlu diperhatikan bahwa kelalaian seseorang untuk ibadah saat menonton sepak bola adalah kesalahan muslim itu sendiri. Sehingga bukan berarti sepak bola menjadi olahraga yang tidak baik," ujarnya.

4. Universal

Sepak bola juga bisa menjadi salah satu wadah yang menaungi banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Itu karena sepak bola telah menjadi bahasa universal di tengah masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

"Sehingga ini menjadi potensi yang baik untuk menjadikan sepak bola sebagai momentum kebaikan," katanya.

5. Dakwah

Qatar mampu menyelenggarakan kompetisi Piala Dunia 2022 sebagai ladang dakwah Islam. Salah satu yang mencolok adalah perihal penolakan kampanye LGBT di negaranya.

Menurut Oni, Qatar mampu menjadi wadah yang memberikan pesan positif ke seluruh belahan dunia. Sehingga menunjukkan performa Islam yang baik dan jauh dari kesan negatif.

"Jadi menyaksikan pertandingan sepak bola atau Piala Dunia 2022 adalah halal dan mubah. Hal ini berlandaskan pada kelima alasan tersebut," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan