LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Dubai chewy cookie kini tengah menjadi pusat perhatian para pecinta
kuliner. Teksturnya yang renyah di bagian luar dan lembut serta
chewy di bagian dengan isian beragam seperti pistachio cream, cokelat lumer, hingga taburan kataifi yang menggugah selera.
Namun, di balik tampilannya yang menggiurkan, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian, khususnya bagi konsumen muslim, yakni kepastian halal produk tersebut.
Auditor Halal LPH LPPOM MUI, Ade Suherman, kehalalan makanan olahan tidak bisa dinilai hanya dari bahan utamanya. Produk seperti
Dubai chewy cookie terdiri dari berbagai bahan tambahan dan melalui proses produksi yang panjang.
Baca juga: Hati-Hati dengan Marshmallow, Ini Letak Titik Kritis Kehalalannya!"Kalau tidak ada kejelasan, berarti statusnya abu-abu atau
syubhat. Produk seperti ini sudah melalui proses pengolahan sehingga kita tidak mengetahui lagi secara pasti bahan-bahan yang digunakan," ujar Ade di laman LPPOM MUI, Senin (13/7/2026).
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mencicipi Dubai chewy cookie? Berikut empat
titik kritis halal yang perlu diketahui
1. Pastikan Bahan Chewy, Seperti Marshmallow dan GelatinSalah satu bahan yang kerap digunakan untuk menghasilkan tekstur
chewy adalah
marshmallow. Produk ini umumnya mengandung gelatin yang bisa berasal dari sapi, kerbau, ikan, maupun babi.
Meski berasal dari hewan yang halal, gelatin belum tentu otomatis berstatus halal. Proses penyembelihan hingga pengolahannya juga harus memenuhi ketentuan syariat.
"Kalau sumbernya dari sapi, belum bisa langsung dipastikan halal. Kita harus mengetahui apakah penyembelihannya sesuai syariat atau tidak,” ujar Ade
2. Cek Kandungan Cokelat dan Pistachio CreamCokelat dan pistachio cream juga memiliki titik kritis halal karena biasanya mengandung bahan tambahan seperti
emulsifier, perisa (flavor),
shortening, stabilizer, hingga pewarna.
Beberapa jenis perisa bahkan dapat menggunakan alkohol, seperti rhum, sementara emulsifier bisa berasal dari lemak hewani.
Selain itu, penggunaan etanol dalam proses produksi juga perlu dipastikan berasal dari sumber non-khamar agar memenuhi ketentuan halal.
Baca juga: Mengenal Titik Kritis pada Kumys, Minuman Susu Fermentasi3. Jangan Anggap Sepele Gula, Tepung, dan KataifiBahan yang terlihat sederhana pun ternyata memiliki potensi titik kritis. Pada kataifi atau kunafa, misalnya, proses pembuatannya bisa melibatkan butter, margarin, atau shortening yang harus dipastikan kehalalannya.
Begitu pula gula yang dalam proses pemurniannya dapat menggunakan karbon aktif. Jika karbon aktif berasal dari tulang hewan, maka asal hewan dan proses penyembelihannya juga menjadi bagian dari penilaian halal.
Sementara itu, tepung terigu perlu diperhatikan karena proses fortifikasi vitaminnya dapat melibatkan bahan atau pelarut yang berasal dari unsur hewani.
4. Pastikan Produk Memiliki Sertifikat HalalKehalalan produk tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga proses produksinya. Peralatan, tempat penyimpanan, hingga fasilitas pengolahan harus bebas dari kontaminasi bahan haram maupun najis.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat banyak bahan baku Dubai chewy cookie merupakan produk impor, seperti cokelat, gelatin, emulsifier, dan pewarna.
Karena itu, konsumen disarankan memilih produk yang telah mengantongi sertifikat halal. Jika membeli produk rumahan atau melalui media sosial, tidak ada salahnya menanyakan bahan yang digunakan maupun status halal produknya kepada penjual.
Baca juga: Jangan Asal Makan, Kenali 5 Titik Kritis Kudapan Viral Cromboloni(est)