LANGIT7.ID, Jakarta - Ciuman bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik selain dapat menumbuhkan rasa kasih sayang. Islam tidak melarang ekspresi cinta melalui ciuman selama tidak melanggar ketentuan syariat.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun kerap mengekspresikan rasa cintanya melalui
ciuman. Bagi sepasang suami istri, berciuman dapat merekatkan keharmonisan rumah tangga.
Sayyidah Aisyah ra. berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلاَ يَتَوَضَّأُ Sungguh Rasulullah pernah mencium salah satu istrinya kemudian beliau shalat dan tak berwudhu (HR. Nasa’i no. 170). عَنْ أبي هريرة - رضي الله عنه - : قال : «قَبَّلَ رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- الحسنَ بنَ عَليٍّ ، وعنده الأقْرَعُ بنُ حابس التميميُّ ، فقال الأقرعُ : إِن لي عَشْرة من الوَلَد ما قَبَّلْتُ منهم أحدا ، فنظر إِليهِ رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- ثم قالَ : مَن لا يَرْحَمْ لا يُرْحَمْ».أَخرجه البخاري، ومسلم، والترمذي، وأبو داود Artinya,
"Dari sahabat Abu Hurairah ra, ia bercerita, Rasulullah saw mencium cucunya, Hasan bin Ali ra. Di dekatnya ada Aqra‘ bin Habis At-Tamimi. Aqra‘ merespons, ‘Aku memiliki 10 anak. Tidak satupun pernah kucium.’ Rasulullah saw mengalihkan pandangan kepadanya, ‘Siapa yang tidak menyayangi tidak akan diberi kasih sayang,'" (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi).
Baca juga: Cek 7 Fakta dan Mitos soal Kehamilan, Ini yang Mesti DiluruskanAdapun bagi seseorang yang belum atau tidak dalam ikatan pernikahan, menunjukkan rasa kasih sayang dengan berciuman juga tetap bisa dilakukan tapi dengan syarat tertentu. Terkait dengan ciuman, ada beberapa jenis sesuai dengan orang yang dicium.
Ustadz Aris Munandar mengutip Kitab ad Durr al Mukhtar dalam blog pribadinya menguraikan jenis-jenis ciuman menurut ulama fiqih. Terdapat lima jenis ciuman yang dihalalkan, yakni:
a. Ciuman cinta, itulah ciuman kepada anak di pipinya.
b. Ciuman belas kasihan, itulah ciuman kepada ibu dan bapak di kepalanya.
c. Ciuman sayang, itulah ciuman kepada saudara di dahinya.
d. Ciuman birahi, itulah ciuman kepada istri atau budak perempuan di mulutnya.
e. Ciuman penghormatan, itulah ciuman di tangan untuk orang-orang yang beriman.
Sebagian pakar fikih menyebutkan adanya ciuman jenis keenam.
Ciuman ini dilakukan terhadap hajar aswad yang disebut sebagai ciuman syar’i untuk mengekspresikan ketaatan kepada agama.
Baca juga: Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual, Edukasi Sejak Dini Rasulullah bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ Artinya:
Dari Ibn Abbas, sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda, Hajar Aswad itu berasal dari surga. (Sunan Al-Nasa’i, 2886) Sahabat Nabi, Umar bin Khattab mencium hajar aswad menunjukkan kecintaannya terhadap sunnah Rasulullah. Hal ini mengacu perkataan Umar bin Khattab:
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ Artinya:
Dari Umar, sesungguhnya ia mendatangi Hajar Aswad, kemudian mencium Hajar Aswad dan berkata, aku mengetahui engkau adalah batu yang tidak akan memberikan faidah apapun, jika aku tidak melihat Nabi Muhammad menciummu, maka aku tidak akan menciummu. (Sahih Bukhari, 1494)(sof)