alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home lifestyle muslim detail berita

Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual, Edukasi Sejak Dini

mahmuda attar hussein Rabu, 25 Januari 2023 - 11:30 WIB
Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual, Edukasi Sejak Dini
Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual, Edukasi Sejak Dini. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Cara untuk melindungi anak dari penyimpangan atau pelecehan seksual yaitu dengan memberikan mereka edukasi seputar seks sejak awal sedini mungkin.

Namun kebanyakan orang tua masih ragu atau merasa bingung dalam memberikan edukasi seputar seks kepada anak-anaknya.

Padahal memberikan edukasi seks sedini mungkin akan membuat anak memahami bagian tubuh yang boleh dan tak boleh disentuh oleh orang lain.

Nah, untuk itu Langit7 telah merangkum 5 tips untuk mengajarkan anak terkait seksualitas. Melansir Huffpost berikut ulasannya:

1. Mulai sejak Dini

Edukasi soal seks bisa diberikan kepada anak di usia dini. Hal itu dilakukan untuk menjawab rasa penasaran yang biasanya muncul karena anak ingin mengenal dunia barunya.

Edukasi seks juga berguna sebagai benteng dari pelecehan dan perilaku seksual yang menyimpang. Sehingga orang tua harus menyiapkan edukasi yang tepat perihal seks kepada anak-anaknya.

"Itu karena anak-anak harus mengetahui bagian tubuhnya yang boleh dan tak boleh disentuh orang lain. Sehingga dapat membentengi mereka dari perilaku pelecehan seksual," kata edikator seks, Amy Lang.

Menurutnya, penting memberikan edukasi seks kepada anak, terutama bagian tubuh tertentu yang dianggap sensitif. Dengan begitu, anak-anak akan memahami bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sepenuhnya.

"Dan bahwa seseorang tidak hanya perlu bertanya terlebih dahulu sebelum menyentuhnya, tetapi juga menciptakan sebuah batasan untuk tidak menyentuh tubuh mereka," jelasnya.

2. Otonomi Tubuh

Edukasi seks kepada anak bisa dimulai dengan mengajarkan otonomi tubuh. Edukasi seks tidak hanya mengajarkan anak untuk menjaga tubuhnya sendiri, tapi juga tubuh orang lain.

Edukator seks, Lydia M. Bowers mengatakan, anak-anak memang membutuhkan sentuhan dan kenyamanan pengasuhan saat mereka belajar untuk percaya.

Namun dalam hal ini para orang tua juga mesti menghormati mereka ketika merasa tidak nyaman atau enggan disentuh.

“Orang tua tidak boleh membuat anak-anak merasa seolah berkewajiban untuk memeluk atau menunjukkan kasih sayang secara fisik jika mereka tidak menginginkannya,” kata Bowers.

Ketidaknyamanan adalah cara anak menginginkan sebuah batasan. Jadi hargailah keputusan mereka.

3. Hormati Tubuh Orang Lain

Selesai mengajarkan edukasi otonomi tubuh, maka langkah selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk menghormati tubuh milik orang lain.

"Artinya, anak-anak mesti diajarkan untuk tidak sembarangan menyentuh bagian tubuh orang lain," kata edukator seksualitas, Robin Wallace-Wright.

Edukasi tersebut sebetulnya selaras dengan cara menghormati diri sendiri. Sebab, hal itu menjadi bagian penting dari norma bermasyarakat.

4. Pornografi

Orang tua harus mulai berani membahas perihal pornografi kepada anak. Sebab, topik ini menjadi bagian penting dalam mengedukasi anak secara keseluruhan.

Edukator sex, Kim Cavill mengungkapkan, waktu yang tepat membahas pornografi adalah ketika anak berusia 10-13 tahun. Menurutnya, pornografi tidak melulu soal informasi tak bermoral yang terkesan buruk.

“Jadi orang tua harus tegas mengatakan bahwa film pornografi dengan penyimpangan seksual adalah tidak boleh terjadi di kehidupan nyata," katanya.

Sehingga anak akan mendapatkan pemahaman kontekstual terkait seks di kehidupan sebenarnya. Bahwa ada norma yang berlaku dalam kehidupan yang tak seperti ditayangkan dalam sebuah film.

5. Media

Mengedukasi anak soal seks juga bisa dilakukan dengan sebuah media. Seperti film animasi, buku, dan lain sebagainya.

Ajarkan anak terkait bagian tubuh yang boleh dan tak boleh disentuh orang lain secara sembarangan melalui sebuah media.

Pasalnya, dengan menggunakan sebuah media pembelajaran, edukasi seks akan lebih mudah dicerna oleh anak-anak sekaligus memudahkan orang tua untuk menjelaskan perihal seksualitas.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan