Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

MUI Respons Kritik Ning Sisca Soal Ponpes Cabul: Buktikan, Jangan Fitnah!

esti setiyowati Selasa, 02 Juni 2026 - 19:55 WIB
MUI Respons Kritik Ning Sisca Soal Ponpes Cabul: Buktikan, Jangan Fitnah!
MUI Respons Kritik Ning Sisca Soal Ponpes Cabul: Buktikan, Jangan Fitnah!. Foto: Ist.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kritik tajam pendakwah asal Malang,Ning Sisca Farisa Dhona, yang menyoroti dugaan praktik cabul berkedok agama di sejumlah lingkungan pesantren belakangan memicu perdebatan di ruang publik.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan atau melontarkan tuduhan tanpa dasar yang kuat.

Baca juga: Ning Sisca Kritik Aksi Cabul Berkedok Agama di Lingkungan Pesantren

"Jangan fitnah. Jika memang ada (bukti), silahkan buktikan secara hukum pada aparat penegak hukum (APH)," ujar Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Buya Amirsyah menegaskan bahwa segala bentuk pelecehan maupun pencabulan merupakan perbuatan tercela yang bertentangan dengan ajaran agama dan hukum yang berlaku di Indonesia. Karena itu, MUI mendukung penindakan tegas terhadap setiap pelaku yang terbukti melakukan kejahatan tersebut.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya mengedepankan prinsip tabayun atau verifikasi sebelum menyebarkan tuduhan yang dapat mengarah pada fitnah dan generalisasi terhadap pesantren maupun para kiai.

Menurutnya, kasus dugaan pelanggaran asusila harus disikapi secara objektif dan proporsional. Masyarakat diminta membedakan antara tindakan oknum dengan lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan agar tidak muncul stigma yang merugikan dunia pesantren.

Ia menegaskan, apabila terdapat dugaan pelanggaran yang terbukti secara sah, maka proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu demi memberikan efek jera kepada pelaku.

Baca juga: Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diperiksa Terkait Dugaan Asusila pada 25 Santriwati

Sebaliknya, jika tuduhan tidak disertai bukti yang jelas, masyarakat diminta tidak menggiring opini yang dapat mencemarkan nama baik individu maupun institusi.

"Kita harus dudukan masalah ini secara jernih. Jika ada pelanggaran, silakan bawa ke ranah hukum agar ada efek jera. Namun, jika tidak ada bukti, jangan sampai narasi yang berkembang justru menjadi fitnah yang merusak citra dunia pendidikan Islam," tutup Buya Amirsyah.

Buya Amirsyah juga menekankan bahwa pesantren selama ini memiliki peran besar dalam membangun karakter dan akhlak umat. Karena itu, penguatan integritas, moralitas, dan sistem pengawasan di lingkungan pesantren perlu terus ditingkatkan untuk menjaga marwah lembaga pendidikan Islam.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)