Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Umat Islam Boleh Ikut Rayakan Tahun Baru, Asalkan Ikuti Kaidah Berikut

Muhajirin Sabtu, 31 Desember 2022 - 16:50 WIB
Umat Islam Boleh Ikut Rayakan Tahun Baru, Asalkan Ikuti Kaidah Berikut
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Perayaan tahun baru masehi dilakukan oleh mayoritas masyarakat seluruh dunia. Di malam hari jelang pergantian tahun, biasanya orang-orang berkumpul untuk melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan bersama-sama. Dipungkasi dengan pembakaran kembang api jelang tepat di waktu tahun berganti.

Lalu, bolehkah umat Islam ikut serta merayakan tahun baru?. Direktur Harian Spirit of Aqsa, Ustadz Ridwan Hakim, menjelaskan, perayaan tahun baru masuk ke dalam ranah muamalah. Seorang muslim bisa bermuamalah dengan perayaan tersebut selama tidak masuk ke dalam ranah akidah.

“Islam memandang tahun masehi bagian daripada muamalah, menggunakannya pun bisa digunakan sebagai alternatif dari penggunaan tahun hijriyah yang lebih dikenal dalam Islam dan menjadi patokan dari ibadah-ibadah kaum muslimin,” ungkap Ustadz Ridwan kepada Langit7, Sabtu (31/12/2022).

Baca Juga: Umat Islam Dianjurkan Tak Berlebihan Merayakan Tahun Baru

Dia menjelaskan, setidaknya ada dua kaidah fikih yang harus dipegang oleh seorang muslim yang ingin merayakan tahun baru. Dua kaidah itu di antaranya:

1. Al-Ashlu fil Asy-ya al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘alat tahrim

Al-Ashlu fil Asy-ya al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘alat tahrim yakni pada dasarnya segala sesuatu itu diperbolehkan, sepanjang tidak ada dalil yang melarangnya. Hukum asal muamalah adalah mubah, kecuali ada tindakan yang bertentangan dengan dalil Al-Qur’an dan Sunnah atau ada pelanggaran syariat yang dikerjakan.

“Dalam kondisi itu, hal-hal mubah berubah menjadi haram,” kata Ustadz Ridwan.

Sebagaimana halnya dengan perayaan tahun baru. Jika perayaan tahun baru dilakukan dengan cara melanggar prinsip-prinsip dalam agama seperti mengikuti ibadah nonmuslim dan bersikap mubazir, maka akan jatuh pada keharaman.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Jabodetabek Potensi Diguyur Hujan

“Dalam sebuah hadits dikatakan, seorang muslim diperintahkan untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya. Tidak bermanfaat di sini tentu akan lebih jatuh pada keharaman, kalau tidak hanya tidak bermanfaat tapi justru merugikan diri sendiri atau merugikan orang lain,” ujar Ustadz Ridwan.

2
. Sadd Al-Dzari’ah

Jika suatu perbuatan yang belum dilakukan diduga keras akan menimbulkan kerusakan (mafsadah), maka dilaranglah hal-hal yang mengarahkan kepada perbuatan tersebut. metode hukum ini yang dikenal dengan sadd al-dzari’ah (menutup pintu keburukan).

Ustadz Ridwan menjelaskan, segala sesuatu yang mengantarkan kepada keburukan wajib ditutup. Meski pada awalnya sebuah event ataupun tindakan bukan keburukan, tapi berujung pada keburukan maka wajib ditutup (haram).

"Maka, Islam melarang seorang muslim masuk ke pintu tersebut,” ujar Ustadz Ridwan.

Baca Juga: Muhasabah 2022, Imam Besar Istiqlal Ajak Introspeksi Capaian Spiritual

Dia mencontohkan, jika perayaan tahun baru diisi dengan euforia yang mendatangkan keburukan, maka seorang muslim diperintahkan menutup pintu ke acara tersebut. Ini merupakan prinsip yang harus dipegang agar tidak terjerumus pada maksiat.

“Kalau kita masuk ke dalam perayaan tersebut meski berniat tidak mau berbuat buruk, maka dilarang oleh Islam untuk bergabung, karena itu akan menjadi pintu kepada keburukan yang akan terjadi,” tutur Ustadz Ridwan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)