LANGIT7.ID - , Jakarta - Praktisi pendidikan dan pengajar di Quran Center Ageung Suriabagja mengatakan salah satu penyebab
mental illness dalam pandangan Islam yakni ketika akal dan ruh tidak bisa mengendalikan nafsu.
"Ketika akal dan ruh tidak bisa
mengendalikan nafsu. Maka terjadilah
mental illness, karena di luar kontrol. Kebanyakan orang-orang yang terkena
mental illness mengeluhkan tidak bisa mengontrol dirinya. Ini masalah," ujar Ustaz Ageung dalam diskusi Urban Mental Health yang diikuti
LANGIT7.ID secara daring, dikutip Senin (30/1/2022).
Baca juga: Mental Illness dalam Perspektif Islam dan Relasinya dengan KeimananKemudian, Ageung menjelaskan empat cara mengatasi ketika akal dan ruh tidak bisa mengendalikan nafsu.
1. Iqra
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah
iqra atau bacalah. Artinya umat Islam harus memperbanyak literasi dengan membaca, mengkaji, bertanya pada yang tahu, dan belajar.
Tujuannya agar mengetahui tentang halal dan haram beserta konsekuensinya.
"Al-Quran tidak hanya menjelaskan ini halal dan haram tetapi juga dijelaskan konsekuensinya. Kalau kamu melakukan yang haram begini, kalau kamu melaksanakan kewajiban begini," katanya.
2. Dzikir
Perlu diingat bahwa sekedar mengetahui halal dan haram saja tidak cukup, tetapi hendaknya diperkuat dengan
dzikir atau memperbanyak ingat Allah SWT dan akhirat.
3. Ibadah
Ibadah merupakan salah satu cara untuk mengkoneksikan diri dengan Allah SWT. Karenanya untuk mengendalikan hawa nafsu adalah dengan memperbanyak ibadah nafilah, menambal ibadah wajib.
Baca juga: Mengenal Istilah Mental Block, Begini Cara Mengatasinya
4. Mujahadah
Mujahadah adalah berjuang melawan nafsu. Artinya wajib untuk umat Islam memiliki kesadaran bahwa setan selalu membisikkan waswas dalam hati. Salah satu tugas kita adalah membendung rasa waswas tersebut.
Seperti diterangkan dalam surat Thaha ayat 120,
فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى
Artinya, Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thaha: 120).
"Katika kita melawan nafsu kita dengan ruh dan akal kita maka surga hadiahnya," cetus Ustaz Ageung.
Baca juga: Hati-Hati Smiling Depresion, Si Pura-Pura BahagiaDalam surat An-Naziat ayat 40-41,
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya)." (QS. An-Naziat: 40-41).
(est)