Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Empat Cara Islami Mengobati Mental Illness, Salah Satunya Dzikir

Fifiyanti Abdurahman Senin, 30 Januari 2023 - 13:00 WIB
Empat Cara Islami Mengobati Mental Illness, Salah Satunya Dzikir
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Praktisi pendidikan dan pengajar di Quran Center Ageung Suriabagja mengatakan salah satu penyebab mental illness dalam pandangan Islam yakni ketika akal dan ruh tidak bisa mengendalikan nafsu.

"Ketika akal dan ruh tidak bisa mengendalikan nafsu. Maka terjadilah mental illness, karena di luar kontrol. Kebanyakan orang-orang yang terkena mental illness mengeluhkan tidak bisa mengontrol dirinya. Ini masalah," ujar Ustaz Ageung dalam diskusi Urban Mental Health yang diikuti LANGIT7.ID secara daring, dikutip Senin (30/1/2022).

Baca juga: Mental Illness dalam Perspektif Islam dan Relasinya dengan Keimanan

Kemudian, Ageung menjelaskan empat cara mengatasi ketika akal dan ruh tidak bisa mengendalikan nafsu.


1. Iqra


Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah iqra atau bacalah. Artinya umat Islam harus memperbanyak literasi dengan membaca, mengkaji, bertanya pada yang tahu, dan belajar.

Tujuannya agar mengetahui tentang halal dan haram beserta konsekuensinya.

"Al-Quran tidak hanya menjelaskan ini halal dan haram tetapi juga dijelaskan konsekuensinya. Kalau kamu melakukan yang haram begini, kalau kamu melaksanakan kewajiban begini," katanya.

2. Dzikir


Perlu diingat bahwa sekedar mengetahui halal dan haram saja tidak cukup, tetapi hendaknya diperkuat dengan dzikir atau memperbanyak ingat Allah SWT dan akhirat.


3. Ibadah


Ibadah merupakan salah satu cara untuk mengkoneksikan diri dengan Allah SWT. Karenanya untuk mengendalikan hawa nafsu adalah dengan memperbanyak ibadah nafilah, menambal ibadah wajib.

Baca juga: Mengenal Istilah Mental Block, Begini Cara Mengatasinya


4. Mujahadah


Mujahadah adalah berjuang melawan nafsu. Artinya wajib untuk umat Islam memiliki kesadaran bahwa setan selalu membisikkan waswas dalam hati. Salah satu tugas kita adalah membendung rasa waswas tersebut.

Seperti diterangkan dalam surat Thaha ayat 120,

فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

Artinya, Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thaha: 120).

"Katika kita melawan nafsu kita dengan ruh dan akal kita maka surga hadiahnya," cetus Ustaz Ageung.

Baca juga: Hati-Hati Smiling Depresion, Si Pura-Pura Bahagia

Dalam surat An-Naziat ayat 40-41,

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya)." (QS. An-Naziat: 40-41).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)