LANGIT7.ID, Jakarta - Istilah mental block bukan baru-baru ini muncul. Kondisi tersebut merupakan
gangguan psikologis dalam diri seseorang, sehingga bisa menghambat mencapai tujuan.
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliaurrasyidin Tembilahan, Non Syafriafdi mengatakan, sejumlah contoh
mental block di antaranya takut gagal, tidak percaya diri, ragu dan suka menunda.
"Dari contoh-contoh mental block tersebut terlihat ada banyak sekali sebenarnya mental block yang ada pada diri seseorang," ujar Syafriafdi, Senin (29/8/2022).
Menurut Syafriafdi, gangguan ini harus lah dihilangkan. Sebab mental block sesungguhnya perasaan dan sikap negatif yang melekat pada diri seseorang.
Baca Juga: Self Healing: Jaga Kesehatan Mental dengan Memaafkan Orang Lain"Karena itu, ketika seseorang sudah dijangkiti mental block tersebut, idealnya seseorang harus berusaha keluar dari zona itu," katanya.
Untuk caranya, dia berkata ada banyak, salah satunya harus punya konsep diri positif terlebih dahulu. "Harus meyakini bahwa diri kita bisa," ujarnya.
"Kita harus yakin bahwa kita sudah diberikan oleh Sang Pencipta Allah SWT yang memiliki potensi yang luar biasa. Ini penting, karena dengan meyakini diri kita bisa, maka kita secara sadar akan membuka tirai dari block yang selama ini ada dalam diri," tambahnya.
Dalam menjalankannya, tentu bukan hal mudah, terlebih ketika penyakit mental block ini sudah lama menjangkit di dalam diri, namun harus dilakukan agar bisa keluar dari zona demikian.
Dia lalu memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membentuk konsep diri positif.
"Langkah yang bisa dilakukan yakni rajin mengikuti seminar-seminar motivasi, atau pelatihan-pelatihan yang mengarah kepada pengembangan diri. Ini penting dilakukan agar seseorang bisa menjadi bergairah dan semangat lagi," katanya.
Lebih lanjut, Syafriafdi berkata sesungguhnya kehidupan di dunia idealnya setiap saat harus berubah ke arah yang lebih baik. Bahkan agama Islam mengajarkan bahwa orang yang kehidupannya sama saja dengan kemarin, maka ia adalah orang yang merugi.
"Orang yang kehidupannya lebih buruk dari kemarin maka itulah orang yang celaka, dan orang yang kehidupannya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka itulah orang yang beruntung," imbuhnya.
"Karena itu, tentu kita berharap termasuk pilihan kita yang ketiga yakni orang yang beruntung. Untuk sampai ke arah tersebut, maka usahakan harus keluar dan meninggalkan mental block tersebut," pungkasnya.
(bal)